Di hadapan para pemimpin daerah dan pejabat pusat yang berkumpul di Sentul, Bogor, Senin lalu, Prabowo Subianto menyampaikan kegelisahannya. Dunia, menurutnya, sedang dalam keadaan yang tidak menentu. Ketegangan di berbagai belahan bumi membuat banyak negara cemas. Bahkan, kekhawatiran akan pecahnya perang besar ketiga pun mengemuka.
Acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah itu menjadi forum baginya untuk berbagi pengalaman. Prabowo baru saja kembali dari kunjungan ke Eropa, termasuk menghadiri pertemuan penting di Davos.
“Saya baru pulang dari Eropa. Saya ketemu tokoh-tokoh dunia, saya hadir di Davos,” ujarnya.
“Puluhan kepala negara hadir. Hampir semua, hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia ke-3.”
Suasana pertemuan dengan para pemimpin global itu, rupanya, diwarnai kecemasan yang sama. Isu geopolitik memang tengah panas. Namun begitu, itu bukan satu-satunya ancaman. Prabowo juga menyoroti persoalan lain yang tak kalah serius: perubahan iklim. Tantangan ini, ia tekankan, juga menghantui banyak bangsa.
Dengan latar belakang situasi global yang pelik itu, mantan Danjen Kopassus ini lantas menegaskan satu hal. Indonesia, di bawah kepemimpinannya, harus punya kemandirian. Kedaulatan dan kemampuan berdiri sendiri adalah kunci.
“Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, Saudara-saudara,” kata Prabowo dengan tegas.
“Percaya sama saya, nobody is going to help us.”
Ia kemudian mengutip pesan Bung Karno, sang proklamator, tentang pentingnya berdiri di atas kaki sendiri. Pesan lama yang konteksnya justru terasa sangat relevan untuk kondisi sekarang.
Lalu, bagaimana mewujudkannya? Prabowo punya gambaran. Capaian swasembada beras yang sudah diraih harus dipertahankan mati-matian. Itu fondasi utamanya. Selanjutnya, target besar diletakkan pada sektor energi. Swasembada energi menjadi tujuan berikutnya.
Intinya jelas: mengurangi ketergantungan. Dengan begitu, bangsa ini punya pondasi yang kokoh untuk menghadapi gelombang tantangan apa pun di masa depan, tanpa terlalu menggantungkan diri pada pihak luar.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu