Dalam sebuah rapat koordinasi nasional yang digelar Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto kembali menyuarakan keyakinannya terhadap satu komoditas: kelapa sawit. Bagi Prabowo, tanaman ini bukan sekadar tumbuhan biasa. Ia menyebutnya sebagai miracle crop, atau tanaman ajaib.
"Kenapa kelapa sawit bagi saya katakan itu miracle crop. It is a miracle crop," tegasnya.
Ada yang mungkin bertanya-tanya, bahkan menyinyir. Tapi menurut Prabowo, fokus pada sawit adalah untuk kepentingan rakyat Indonesia. Pondasi strategi pembangunannya, swasembada pangan dan energi, menurutnya bisa didorong lewat pemanfaatan komoditas ini secara maksimal.
Alasannya cukup kuat. Menurut pengalamannya berkeliling dunia, permintaan akan minyak kelapa sawit atau CPO nyaris datang dari mana-mana.
"Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus. Di mana-mana, tolong kelapa sawit. Artinya, it's a very strategic commodity," ungkapnya, menggambarkan bagaimana hampir semua pemimpin negara yang ia temui memohon pasokan dari Indonesia.
Faktanya, kelapa sawit memang bukan cuma untuk minyak goreng. Komoditas ini punya puluhan turunan. Dari cat tembok, bahan makanan seperti roti, hingga sabun untuk mandi sehari-hari. "Kecuali yang malas mandi," seloroh Prabowo, mencairkan suasana.
Artikel Terkait
Tiga Provinsi di Sumatera Alami Deflasi Pascabencana, Tapi Biaya Hidup Tetap Meroket
Prabowo Geram pada Kelompok Apa Bisa, Targetkan Kemiskinan Ekstrem Hilang 2029
IHSG Terjun Bebas 5,3%, Pasar Modal Indonesia Diguyur Awan Merah
Impor Indonesia Tembus USD241,86 Miliar di 2025, Didorong Lonjakan Barang Modal