Prosedur penggantian pimpinan OJK mulai mendapat kejelasan. Setelah heboh pengunduran diri sejumlah komisioner, kini muncul gambaran tentang bagaimana kursi kosong itu akan diisi. Yang jelas, menurut pejabat sementara, prosesnya tak akan berasal dari usulan internal OJK sendiri.
Friderica Widyasari Dewi, yang kini menjalankan tugas Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, membuka suara soal mekanisme ini. Ia menegaskan, semua akan berjalan sesuai koridor undang-undang.
"Kalau nama itu sudah pasti bukan dari kita (OJK). Itu kan nanti ada mekanisme di undang-undang," ujar Kiki sapaan akrabnya saat ditemui di Kantor BEI, Jakarta, Minggu lalu.
Dia menjelaskan, OJK tak punya kewenangan untuk memilih penggantinya sendiri. Prosesnya panjang dan melibatkan banyak pihak. Mulai dari Panitia Seleksi, lalu berlanjut ke Presiden, hingga akhirnya harus mendapat persetujuan dari DPR. "Itu prosesnya panjang," tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah telah mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri tiga pimpinan OJK sebelumnya Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara, dan Inarno Djajadi telah diterima. Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi, surat-surat itu sedang diproses untuk mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Prasetyo menegaskan langkah mundur ketiganya murni keputusan pribadi. Bukan tekanan dari pemerintah.
"(Pengajuan pengunduran diri tiga ADK OJK) sudah, sudah diterima. Lagi diproses," kata Prasetyo di Wisma Danantara, Sabtu malam.
Nah, setelah semua administrasi pengunduran diri itu rampung, barulah pemerintah akan menggerakkan mesin seleksi. Calon-calon yang muncul nantinya harus menghadapi uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi XI DPR.
"Nah baru setelah itu, kami ikuti mekanisme proses untuk melakukan pengisian terhadap jabatan yang ditinggalkan oleh beliau-beliau bertiga," jelas Prasetyo.
Jadi, jalan masih panjang. Transisi kepemimpinan di lembaga pengawas pasar modal ini akan melalui tahapan yang ketat dan berjenjang sebelum akhirnya mendapatkan wajah-wajah baru.
Artikel Terkait
BSI Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun, Setara Rp32,81 per Saham
Harga BBM Global Melonjak Akibat Ketegangan AS-Iran, Hong Kong Catatkan Harga Termahal Rp72.253 per Liter
Beckham Putra Percaya Diri Hadapi Persija, Kemenangan atas PSIM Jadi Modal Berharga Persib
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank, LPS Genjot Literasi Keuangan