Rp74 Triliun untuk Bangkitkan Sumatera: Build Back Better Pasca-Bencana

- Rabu, 28 Januari 2026 | 10:20 WIB
Rp74 Triliun untuk Bangkitkan Sumatera: Build Back Better Pasca-Bencana

Angka yang disebutkan Menteri PU Dody Hanggodo terbilang fantastis: Rp73,98 triliun. Itulah total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kembali Sumatera pasca bencana. Rencananya, dana segitu bakal dipakai buat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang porak-poranda.

Fokusnya jelas, yaitu pada sektor-sektor vital. Mulai dari jalan, sumber daya air, perumahan, sampai prasarana strategis lainnya. Yang menarik, pemerintah tak cuma mau membangun seperti sedia kala. Mereka mengusung prinsip "build back better". Artinya, infrastruktur yang nanti berdiri diharapkan lebih baik, lebih kuat, dan lebih tahan lama ketimbang sebelumnya.

Dody menegaskan hal ini dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Selasa lalu.

"Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi masyarakat terdampak bencana. Lebih dari itu, kami ingin meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik untuk jangka panjang," ujarnya.

Nah, dari total hampir Rp74 triliun tadi, sebagian besar memang untuk tahap pemulihan jangka panjang. Sekitar Rp69 triliun dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Sementara itu, untuk penanganan darurat di tahap awal, disiapkan dana sekitar Rp4,8 triliun.

Pelaksanaannya nanti bakal mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026. Skemanya melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, lengkap dengan mekanisme pembiayaan yang sudah dirancang.

Kalau kita lihat perjalanannya, upaya pemulihan sebenarnya sudah dimulai. Di tahun 2025 ini, Kementerian PU disebut sudah menyalurkan Rp576 miliar untuk tanggap darurat. Dana itu dipakai buat penanganan awal dan perbaikan fungsi dasar infrastruktur di tiga provinsi terdampak paling parah: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tapi, pekerjaan berat masih menanti. Untuk tahun depan, 2026, kebutuhan dananya justru lebih besar lagi. Pemerintah memperkirakan butuh Rp4,27 triliun untuk fase darurat. Belum lagi Rp24,55 triliun untuk melanjutkan rehabilitasi. Dana sebesar itu akan dipakai memperbaiki jaringan air, jalan dan jembatan, permukiman warga, serta prasarana dasar lainnya di ketiga provinsi tadi.

Dan ini bukan program satu atau dua tahun. Rencananya, kegiatan rekonstruksi akan berlanjut hingga 2028. Untuk tahun 2027, anggaran yang diproyeksikan mencapai Rp28,37 triliun. Baru kemudian di 2028, kebutuhan turun menjadi sekitar Rp16,22 triliun.

Di akhir pernyataannya, Dody berusaha meyakinkan.

"Kami memastikan proses implementasi penanganan bencana di Sumatera berjalan efektif, efisien, dan akuntabel. Tujuannya satu: manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," tutupnya.

Kini, tinggal menunggu realisasi di lapangan. Anggaran triliunan rupiah itu akan diuji oleh waktu dan transparansi pelaksanaannya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar