Kalau kita lihat perjalanannya, upaya pemulihan sebenarnya sudah dimulai. Di tahun 2025 ini, Kementerian PU disebut sudah menyalurkan Rp576 miliar untuk tanggap darurat. Dana itu dipakai buat penanganan awal dan perbaikan fungsi dasar infrastruktur di tiga provinsi terdampak paling parah: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tapi, pekerjaan berat masih menanti. Untuk tahun depan, 2026, kebutuhan dananya justru lebih besar lagi. Pemerintah memperkirakan butuh Rp4,27 triliun untuk fase darurat. Belum lagi Rp24,55 triliun untuk melanjutkan rehabilitasi. Dana sebesar itu akan dipakai memperbaiki jaringan air, jalan dan jembatan, permukiman warga, serta prasarana dasar lainnya di ketiga provinsi tadi.
Dan ini bukan program satu atau dua tahun. Rencananya, kegiatan rekonstruksi akan berlanjut hingga 2028. Untuk tahun 2027, anggaran yang diproyeksikan mencapai Rp28,37 triliun. Baru kemudian di 2028, kebutuhan turun menjadi sekitar Rp16,22 triliun.
Di akhir pernyataannya, Dody berusaha meyakinkan.
Kini, tinggal menunggu realisasi di lapangan. Anggaran triliunan rupiah itu akan diuji oleh waktu dan transparansi pelaksanaannya.
Artikel Terkait
Kempi Deli dan CHUCHAT Rangkai Sandwich dan Teh Spesial Sambut Imlek
Wajah Jadi Kunci: Registrasi SIM Bakal Pakai Biometrik Mulai 2026
Wajah Wajib Dipindai, Kemenkominfo Resmi Berlakukan Validasi Biometrik untuk Kartu Perdana Baru
KPK Cetak Rekor: Rp1.531 Triliun Aset Negara Kembali Sepanjang 2025