Menjelang akhir tahun 2025 lalu, persaingan di pasar otomotif ASEAN benar-benar memanas. Indonesia, yang selama ini mengandalkan keunggulan jumlah penduduk untuk mendongkrak penjualan, dikejar ketat oleh Malaysia.
Data dari Gaikindo menunjukkan gambaran yang kurang menggembirakan. Penyaluran kendaraan dari pabrik ke diler atau wholesales anjlok 7,2 persen, hanya mencapai 803.687 unit. Sementara itu, penjualan ritel dari diler ke konsumen akhir juga merosot 6,3 persen menjadi 833.712 unit dibanding tahun sebelumnya. Situasi ini sempat memicu spekulasi: mungkinkah Malaysia akan menyalip kita?
Namun begitu, laporan penjualan kendaraan baru Malaysia di awal 2026 akhirnya terbit. Angkanya ternyata 820.752 unit masih sedikit di bawah angka ritel Indonesia. Meski begitu, bagi Malaysia sendiri, capaian itu merupakan rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir, atau sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Selisihnya tipis, hanya 0,5 persen dibanding tahun 2024.
Praktis, posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar otomotif ASEAN masih bertahan. Tapi jangan senang dulu. Menurut Agus Purwadi, Peneliti senior dari Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan ITB, kita perlu melihat ini dari sudut pandang yang berbeda.
Bagaimanapun, Malaysia punya penduduk dan wilayah yang jauh lebih kecil. Fakta bahwa mereka bisa mendekati angka penjualan kita adalah alarm yang serius bagi industri dalam negeri.
"Kalau melihat dari sisi ekonomi memang Malaysia sendiri GDP (per Capita) lebih tinggi dibanding Indonesia. Kemudian mereka didukung ekosistem lain seperti harga BBM dan skema pajak yang kompetitif," ujar Agus.
Di sisi lain, pasar otomotif domestik kita masih berkutat dengan masalah klasik. Daya beli masyarakat, beban pajak yang bertumpuk, dan infrastruktur yang belum ideal. Agus mendorong pemerintah untuk meninjau ulang regulasi yang ada.
Artikel Terkait
Malam Ini, Timnas Futsal Uji Keunggulan Statistik Lawan Korea Selatan
Rocky Gerung Bela Roy Suryo di Polda: Riset Bukan Ranah Pidana
Thomas Djiwandono Resmi Lolos Fit and Proper Test, Siap Pimpin BI Periode 2026-2031
Menyusuri Savana, Menyapa Naga Purba: Panduan Lengkap ke Pulau Komodo untuk Pemula