Minggu sore itu, suasana Pelabuhan Merak, Cilegon, berubah total. Padat. Ratusan mobil berjejer, mengantre panjang untuk masuk ke area pelabuhan tipe eksekutif. Mereka membawa para pemudik beserta keluarga, rupanya sudah mulai berdatangan sejak siang.
Menurut sejumlah saksi, gelombang kedatangan terasa signifikan sekitar pukul 17.30 WIB, pas menjelang waktu berbuka puasa. Kendaraan pribadi mendominasi. Antrean ini jadi kepadatan pertama yang benar-benar terasa setelah sebelumnya pelabuhan terpantau masih cukup lengang. Meski ada lalu lalang, tapi tak sebanyak ini.
Namun begitu, situasi perlahan mulai terurai. Ratusan kendaraan tadi akhirnya bisa masuk ke dalam pelabuhan, bergerak menuju dermaga sesuai jadwal dan tiket yang mereka pegang.
Data dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak pada hari yang sama, Minggu (15/3/2026), cukup mencengangkan. Cuma dalam 12 jam tepatnya dari tengah malam sampai siang bolong sudah 48.286 penumpang menyeberang Selat Sunda. Mereka melalui tiga titik: Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegoro.
Angkanya rinci: 4.446 sepeda motor, 6.544 mobil pribadi, ditambah 296 bus. Semuanya bergerak menuju satu tujuan: Bakauheni. Area pelabuhan pun dipenuhi oleh aktivitas dan kendaraan-kendaraan itu.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan Bangun 30–40 Proyek Hilirisasi Baru demi Hentikan Ekspor Bahan Mentah
Polisi Bekuk Dua Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakbar Kurang dari 12 Jam, Dipicu Pertengkaran Sepak Bola
Mantan Finalis Puteri Indonesia Tersangka Klinik Kecantikan Ilegal, 15 Pasien Alami Cacat Permanen
Shayne Pattynama Sebut Film Dokumenter The Longest Wait Rekam Perjuangan Emosional Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026