Pasar game di Indonesia? Potensinya luar biasa. Saat ini, nilainya ditaksir mencapai USD 2,5 miliar, atau kalau dirupiahkan, kira-kira Rp 42 triliun. Angka yang fantastis, bukan?
Kalau dilihat dari jumlah unduhan, kita bahkan masuk jajaran teratas dunia. Data dari Agate Whitepaper 2025 mencatat Indonesia di posisi ketiga secara global. Lebih dari itu, jumlah pemainnya juga tak main-main: lebih dari 192 juta gamer berkeliaran di dunia virtual. Itu artinya, sekitar 43 persen dari total pemain di seluruh Asia Tenggara berasal dari sini.
Namun begitu, potensi sebesar ini rupanya belum sepenuhnya bisa dijamah oleh para pengembang lokal. Fakta yang agak menyedihkan: pasar masih lebih didominasi oleh game-game produksi luar negeri. Game asing masih merajai.
Lantas, apa masalahnya? Menurut Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, kendalanya bukan terletak pada kualitas atau kreativitas anak bangsa. Justru, hambatannya ada di hal-hal yang lebih teknis.
Artikel Terkait
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal