JAKARTA - Operasi pencarian korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, memasuki fase krusial. Basarnas memutuskan untuk membagi area pencarian menjadi dua sektor pada Senin (26/1/2026) ini. Fokusnya adalah di sekitar Desa Pasirlangu, titik utama bencana yang menelan puluhan korban.
Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo NS, Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, menjelaskan strategi baru ini kepada awak media.
"Hari ini kita fokuskan membagi tim menjadi 2 sektor," ujarnya. "Yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu."
Upaya gabungan ini melibatkan banyak pihak. Nggak cuma Basarnas, tapi juga TNI dan Polri, ditambah Kementerian PU, BNPB, hingga Kementerian Kesehatan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sejumlah BUMN dan BUMD, serta relawan dari berbagai komunitas SAR juga turun langsung. Mereka bekerja sama dengan berbagai metode, mulai dari pencarian manual, penggunaan alat konvensional, sampai mengerahkan mesin berat.
Soal alat berat, Yudhi menyebut ada sembilan ekskavator yang akan dikerahkan hari ini untuk menggali material longsoran. Jumlah personel yang diterjunkan juga cukup besar, mencapai 2.129 orang potensi SAR. Cuaca, tentu saja, jadi faktor penentu. Tim berharap langit tetap bersahabat agar pencarian bisa berjalan maksimal.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas