Dan itu wajar.
"Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500," ujarnya.
Padahal, saat musibah terjadi, Trenggono sedang mendampingi Presiden Prabowo dalam tugas negara di London dan Davos. Meski begitu, sebagai pimpinan, dia merasa punya kewajiban besar untuk pulang. Untuk berada di tengah anak buahnya di saat duka.
Katanya. Sebuah tugas yang dijalaninya dengan sepenuh hati, meski harus berujung pada kelelahan fisik yang luar biasa.
Artikel Terkait
Polisi Imbau Publik Hentikan Penyebaran Foto dan Asumsi Seputar Meninggalnya Lula Lahfah
Bapanas Siapkan 700 Ribu Kiloliter Minyak Goreng untuk Jaga Harga Ramadan
Arirang BTS Cetak Rekor 4 Juta Pre-Order, Meski Baru Rilis 2026
BRI Gerakkan Masyarakat Lawan Stunting Lewat Edukasi dan Bantuan Alat