Dan itu wajar.
"Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500," ujarnya.
Padahal, saat musibah terjadi, Trenggono sedang mendampingi Presiden Prabowo dalam tugas negara di London dan Davos. Meski begitu, sebagai pimpinan, dia merasa punya kewajiban besar untuk pulang. Untuk berada di tengah anak buahnya di saat duka.
Katanya. Sebuah tugas yang dijalaninya dengan sepenuh hati, meski harus berujung pada kelelahan fisik yang luar biasa.
Artikel Terkait
Menteri HAM Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
AladinTravel Tawarkan Solusi Sewa Mobil dan Rencana Perjalanan Dinas Terintegrasi
Prabowo Pelajari Opsi Penghematan Energi, Termasuk WFH hingga Potong Gaji Pejabat
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional