Gibran Tinjau Lokasi Banjir Bandang Pasirlangu, Tegaskan Prioritas Selamatkan Jiwa

- Minggu, 25 Januari 2026 | 16:40 WIB
Gibran Tinjau Lokasi Banjir Bandang Pasirlangu, Tegaskan Prioritas Selamatkan Jiwa

“Pastikan makan tiga kali sehari dan obat-obatan tersedia. Tim kesehatan harus siaga 24 jam.”

Bencana ini terjadi Sabtu dini hari (24/1/2026), dipicu hujan lebat yang tak henti. Data terakhir menyebutkan, 11 orang meninggal dunia. Sedihnya, 79 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi target operasi SAR gabungan yang terus bekerja.

Di Posko Balai Desa Pasirlangu sendiri, suasana sesak namun tertata. Sekitar 230 jiwa harus berbagi tempat di dua ruangan: aula menampung 90 orang, sementara Gedung Olah Rata (GOR) dijejali 140 pengungsi. Untuk urusan perut, Dinas Sosial setempat mendirikan dapur umum di SD Negeri 1 Pasirlangu, yang letaknya tak jauh dari lokasi.

Di tingkat pusat, penanganan bencana ini sudah diangkat sebagai operasi terpadu. Menko PMK Pratikno menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini cuma satu: menyelamatkan nyawa.

“Kami mengutamakan penyelamatan jiwa,” kata Pratikno.

“Operasi SAR dilakukan 24 jam nonstop karena masih ada puluhan warga yang dalam pencarian, bersamaan dengan perlindungan pengungsi dan pencegahan bencana susulan.”

Sementara di lapangan, Kepala Basarnas Mohammad Syafii memimpin langsung koordinasi operasi. Skalanya masif. Lebih dari 250 personel terlatih dikerahkan, didukung peralatan darat dan survei udara menggunakan drone.

“Operasi dilakukan bertahap demi keselamatan seluruh tim,” jelas Syafii.

BNPB pun tak tinggal diam. Tim Reaksi Cepat mereka telah turun untuk melakukan assesment cepat, lengkap dengan pemetaan udara. Bahkan, untuk mendukung pencarian dan mengantisipasi cuaca ekstrem, BNPB telah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca atau teknologi hujan buatan di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Upaya segala cara, demi satu tujuan: menemukan yang hilang dan melindungi yang selamat.


Halaman:

Komentar