Bob Iger, sang CEO Walt Disney, bakal terima gaji yang jauh lebih besar tahun depan. Paket kompensasinya untuk 2025 melonjak jadi USD 45,8 juta. Tapi, di balik angka fantastis itu, ada rencana lain yang sedang disusun rapi: para pemegang saham justru sedang mencari penggantinya. Targetnya, awal 2026.
Rencana ini terungkap dalam pernyataan proksi tahunan Disney yang dirilis Kamis lalu. Rapat pemegang saham tahunan di bulan Maret nanti akan membahas banyak hal, mulai dari pemilihan anggota dewan sampai urusan kompensasi para petinggi perusahaan.
Lalu, dari mana saja angka USD 45,8 juta itu? Rinciannya begini: gaji pokok Iger 'hanya' USD 1 juta. Namun, ia mendapat penghargaan saham senilai USD 21 juta dan opsi saham USD 14 juta. Belum lagi bonus insentif non-ekuitas sebesar USD 7,25 juta, plus kompensasi lain-lain sekitar USD 2,6 juta. Kalau dibandingin dengan tahun 2024 yang 'cuma' USD 41,1 juta, kenaikannya cukup signifikan.
Nah, gimana dengan eksekutif lain? Situasinya beragam. Hugh Johnston, sang CFO, malah mengalami penurunan. Paket kompensasinya turun dari USD 24,5 juta menjadi USD 20,2 juta. Sementara Horacio Gutierrez, kepala bagian hukum, dapat kenaikan tipis dari USD 15,8 juta ke USD 16,3 juta.
Tapi perlu diingat, angka-angka ini belum final. Gaji bersih yang akhirnya mereka kantongi sangat bergantung pada performa saham Disney di pasar. Soalnya, komponen terbesarnya memang berbentuk saham, bukan tunai.
Yang menarik, hampir semua eksekutif puncak di bawah Iger termasuk Johnston dan Gutierrez baru saja memperpanjang kontrak mereka dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini jelas bukan kebetulan. Ini adalah upaya untuk menciptakan stabilitas, siapa pun nanti orang yang ditunjuk untuk menggantikan Iger.
Perusahaan punya penjelasan sendiri soal ini.
“Komite Perencanaan Suksesi fokus mempersiapkan CEO baru agar sukses jangka panjang. Caranya, antara lain, dengan memastikan dia dikelilingi tim eksekutif senior yang solid dan bisa diajak kerja sama memimpin perusahaan,” begitu bunyi pernyataan resmi Disney dalam dokumen proksinya.
James Gorman, Ketua Dewan Disney, juga menegaskan hal serupa dalam suratnya untuk pemegang saham. Ia bilang, perencanaan suksesi adalah prioritas utama. Dan mereka memperkirakan akan mengumumkan nama CEO baru itu tepat pada awal 2026.
Prosesnya sudah berjalan. Menurut dokumen yang sama, komite suksesi dewan direksi sudah rapat lima kali sepanjang tahun fiskal 2025. Iger sendiri sesekali dimintai pendapat. Dalam diskusi-diskusi itu, dewan mengevaluasi kandidat-kandidat potensial dan menyusun rencana pengembangan untuk mereka. Iger disebut-sebut telah membimbing calon dari dalam perusahaan.
Tak cuma itu, dewan direksi Disney juga dikabarkan sedang menyiapkan skema kompensasi khusus yang terkait dengan proses suksesi ini. Tujuannya sederhana: mendorong terciptanya nilai jangka panjang untuk para pemegang saham.
Jadi, sementara paket gaji Iger membumbung tinggi, roda untuk mencari penerusnya justru berputar semakin kencang. Transisi kekuasaan di kerajaan hiburan terbesar dunia itu rupanya sudah di depan mata.
Artikel Terkait
John Herdman Panggil Tujuh Pemain untuk Seleksi Awal Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Polresta Yogyakarta Tetapkan 13 Tersangka Kasus Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha
Penembakan di White House Correspondents’ Dinner, Pelaku Guru California Diamankan tanpa Korban Luka
Penembakan di Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Lokasi yang Sama dengan Percobaan Pembunuhan Reagan 1981