Bagi Coogler, proyek ini sangat personal.
"Saya menulis skenario ini untuk paman saya yang meninggal 11 tahun lalu. Saya membayangkan dia sedang mendengarkan musik blues sekarang untuk merayakannya," ungkapnya.
Saat dihubungi via telepon sejam setelah pengumuman, Coogler masih terdengar seperti tak percaya.
"Saya sangat mencintai proses membuat film. Saya merasa terhormat bisa bangun setiap hari dan melakukannya. Saya masih menulis tadi malam, itu sebabnya saya tidak banyak tidur," ucapnya, terdengar lelah namun penuh syukur.
Bersama "One Battle After Another", "Sinners" dianggap sebagai epik orisinal yang berani menyentuh isu sensitif dengan cara bercerita yang segar. Nantinya, di kategori Film Terbaik, ia akan berhadapan dengan lawan-lawan tangguh seperti "Bugonia", "F1", "Frankenstein", "Hamnet", "Marty Supreme", "The Secret Agent", "Sentimental Value", dan "Train Dreams". Pertarungannya bakal seru, tapi satu hal pasti: malam puncak Oscar nanti akan diwarnai oleh teriakan dan mungkin teror dari "Sinners".
Artikel Terkait
Benteng Pendem Ambarawa Bangkit Setelah Revitalisasi Rp156,8 Miliar
Bareskrim Geledah Kantor DSI, Kasus Dugaan Penipuan Syariah Naik ke Penyidikan
Hujan Tak Halangi 400 Pelajar Berdebat ala Sidang PBB di Jakarta
Pramono Anung Turun Langsung, Perintahkan Tambah Pompa di Titik Banjir Daan Mogot