Warga Binaan Cipinang Tewas dengan Luka Jeratan di Area Tangga

- Jumat, 23 Januari 2026 | 14:40 WIB
Warga Binaan Cipinang Tewas dengan Luka Jeratan di Area Tangga

Peringatan: Artikel ini membahas isu sensitif terkait bunuh diri. Jika Anda atau orang terdekat membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk menghubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan konseling kesehatan jiwa.

Suasana mencekam menyelimuti Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026) lalu. Seorang warga binaan, berinisial SAK (38), ditemukan tewas di dalam kompleks rutan. Dugaan sementara, pria itu mengakhiri hidupnya sendiri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (23/1/2026).

"Benar terjadi seorang warga binaan berinisial SAK (38) ditemukan meninggal dunia," ujarnya.

Lokasi penemuannya cukup mengejutkan: di area akses tangga Gedung RA Koesnoen. Menurut Budi, di leher SAK terlihat luka jeratan yang cukup dalam. Barang bukti yang diamankan petugas memperkuat dugaan itu sepotong kain yang dilinting dan diikat hingga menyerupai tali.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk autopsi. Sementara itu, penyelidikan detail masih terus digelar oleh Polres Metro Jakarta Timur. "Masih dalam proses pendalaman," kata Budi Hermanto.

Cerita duka ini berawal dari bunyi lonceng. Seperti biasa, tanda 'steril' berkumandang sekitar pukul 16.30 WIB, isyarat bagi semua warga binaan untuk kembali ke blok masing-masing. Alarm kedua berbunyi setengah jam kemudian, pukul 17.00 WIB. Nah, di sinilah masalah mulai terlihat. SAK tak kunjung muncul di selnya.

Petugas dan beberapa warga binaan lain langsung bergerak. Mereka menyisir setiap sudut gedung dengan perasaan was-was. Pencarian itu berakhir tragis. Tepat pukul 18.02 WIB, mereka menemukan SAK dalam kondisi tak bernyawa.

Sebelum peristiwa ini, SAK diketahui sedang menjalani proses hukum. Dia tersandung kasus dugaan penipuan yang dijerat dengan Pasal 378 KUHP. Namun begitu, apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok rutan itu, masih menjadi tanda tanya besar yang menunggu jawaban dari penyelidikan polisi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar