Sopir Truk Tabrak Tokoh Pramuka Senior di Tangerang, Kabur ke Bandung karena Takut Diamuk Massa

- Jumat, 12 Juni 2026 | 17:35 WIB
Sopir Truk Tabrak Tokoh Pramuka Senior di Tangerang, Kabur ke Bandung karena Takut Diamuk Massa

Seorang sopir truk berinisial AD (21) nekat melarikan diri setelah menabrak tokoh Pramuka senior, Herman Sulistyo (71), yang akrab disapa Kak Herman, di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu, 7 Juni, sekitar pukul 01.00 WIB, di Jalan Raya Serang, Kilometer 11, Cikupa. Saat itu, korban tengah bersepeda di lokasi kejadian sebelum akhirnya ditabrak oleh kendaraan yang dikemudikan AD.

Seorang saksi mata yang melihat kejadian tersebut berusaha menghentikan laju truk, namun pengemudi justru tancap gas dan kabur. “Ada satu saksi yang mencoba untuk memberhentikan, tapi tidak berhenti,” ujar Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Fery Oktaviari Pratama, Jumat, 12 Juni. Saksi tersebut kemudian berinisiatif memfoto nomor polisi truk Fuso D 8319 GL, yang menjadi petunjuk awal bagi polisi dalam melacak keberadaan kendaraan itu.

Dari hasil penyelidikan berdasarkan foto nomor kendaraan, polisi berhasil mengetahui bahwa truk tersebut berada di wilayah Bandung. “Ada yang sempat foto nomor kendaraan. Dari situ, kita mencari keberadaan truk tersebut, dan diketahui ada di Bandung,” kata Fery. Pelaku akhirnya ditangkap di rumahnya di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung, pada Kamis, 11 Juni, malam hari.

Alasan di balik aksi kabur AD terungkap dari keterangannya kepada polisi. Ia mengaku melarikan diri karena takut menjadi sasaran amuk massa setelah insiden tabrakan tersebut. “Dari keterangannya, pelaku melarikan diri dikarenakan takut diamuk massa oleh warga,” ungkap Fery.

Herman Sulistyo bukanlah sosok yang asing di kalangan Pramuka. Ia dikenal sebagai tokoh kepramukaan di wilayah Tangerang Raya hingga Banten, yang selalu konsisten mengenakan seragam lengkap Pramuka dalam berbagai kesempatan, baik acara resmi maupun keseharian. Dalam menjalani aktivitasnya, ia kerap bersepeda untuk menghadiri setiap kegiatan kepramukaan, menunjukkan dedikasinya yang tinggi terhadap nilai-nilai yang diyakininya.

Sebelum dimakamkan, jenazah Kak Herman disalatkan di Masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang pada Minggu, 7 Juni, siang hari. Prosesi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta anggota Pramuka dari seluruh Banten. Pemakaman dilakukan di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dengan prosesi secara kepramukaan sebagai penghormatan terakhir bagi sosok yang telah mengabdikan hidupnya pada gerakan Pramuka.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar