BRI Pacu Ekonomi Akar Rumput Lewat 42 Ribu Klaster UMKM

- Jumat, 23 Januari 2026 | 11:40 WIB
BRI Pacu Ekonomi Akar Rumput Lewat 42 Ribu Klaster UMKM

Bank BRI punya cara unik untuk menggerakkan ekonomi dari akar rumput. Lewat program yang mereka sebut "Klasterku Hidupku", bank pelat merah ini fokus memberdayakan kelompok-kelompok usaha atau klaster berbasis komunitas. Intinya, mereka kumpulkan pelaku UMKM yang punya kesamaan, entah itu sektor produksi, wilayah, atau ikatan sosial, lalu dibina supaya bisa tumbuh bareng-bareng.

Hingga akhir 2025, angka yang dicapai cukup signifikan. Sudah ada lebih dari 42 ribu klaster usaha yang dibina, dengan ribuan kegiatan pemberdayaan di dalamnya. Mulai dari pelatihan hingga bantuan sarana produksi. Yang menarik, mayoritas klaster ini sekitar 82% berada di sektor produksi. Dan dari jumlah itu, hampir separuhnya bergerak di bidang pertanian. Ini jelas menunjukkan strategi BRI: memperkuat sektor riil yang jadi tulang punggung ekonomi daerah.

Menurut Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, program ini memang dirancang agar UMKM bisa naik kelas.

"BRI berkomitmen untuk mendampingi UMKM secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan hingga penguatan kapasitas usaha," jelasnya.

"Pendampingan ini kami lakukan melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, serta berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing klaster. Dengan pendekatan tersebut, BRI berharap klaster usaha yang berhasil berkembang dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lainnya," tambah Purwakajaya.

Dia menegaskan, pendekatan klaster bukan cuma soal akses modal. Lebih dari itu, ini tentang membangun ekosistem. Dengan berkumpul dalam satu kelompok yang solid, pelaku usaha bisa berkolaborasi, meningkatkan skala produksi, dan akhirnya punya daya saing yang lebih baik di pasar lokal.

Hasilnya? Ternyata cukup menggembirakan. Dari ratusan ribu anggota klaster, hampir 88 persen di antaranya sudah punya rekening di BRI dan kebanyakan juga terhubung dengan fasilitas pembiayaan. Artinya, upaya inklusi keuangan berjalan seiring dengan pemberdayaan usahanya.

Kalau ditelisik lebih jauh, "Klasterku Hidupku" ini sebenarnya cuma satu bagian dari puzzle besar strategi BRI. Mereka punya juga program Desa BRILiaN, Rumah BUMN, dan LinkUMKM. Semuanya bertujuan sama: memperkuat peran bank sebagai agen pembangunan, khususnya untuk menyokong ekonomi kerakyatan.

Jadi, langkah BRI ini lebih dari sekadar angka statistik. Ini tentang membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh, satu klaster demi satu klaster.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar