Kepala Desa Babakan, Suwardi Wadin, membenarkan aksi itu sebagai bentuk protes. Dia melihat langsung bagaimana petani di wilayahnya merugi. Tanaman padi yang sudah hampir panen rusak tak terselamatkan. Bagi mereka yang hidupnya bergantung pada sepetak sawah, ini adalah pukulan berat.
Di sisi lain, harapan mereka sebenarnya jelas. Mereka ingin pemerintah segera turun tangan, mencari solusi permanen agar tragedi serupa tidak terulang. Mereka hanya ingin bisa kembali bercocok tanam dengan tenang, tanpa khawatir air bah datang tiba-tiba.
"Tindakan kami mohon kepada pihak yang berwenang dari Pemda Kabupaten Bogor maupun Pemda Kabupaten Tangerang, ayo kita duduk bersama memecahkan persoalan ini bagaimana," pinta Suwardi.
Hingga saat ini, suasana masih belum jelas. Pihak pengembang perumahan Daru Metropolis sendiri masih bungkam, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan terkait insiden pembongkaran pagar dan tudingan warga itu. Semua mata kini tertuju pada langkah mereka, dan tentu saja, respons dari pemerintah daerah.
Artikel Terkait
Gejolak Harga Minyak Ancam BBM, Pengemudi Ojol Beralih Listrik Justru Tenang
Lima Kapal Diserang dalam Dua Hari, Keamanan Jalur Vital Teluk Makin Terancam
Prabowo Serukan Penghentian Aksi Militer ke MBS, Siap Jadi Mediator
Kemkomdigi Perketat Patroli Siber untuk Tangkal Penipuan Mudik dan Hoaks Jelang Lebaran