Pesan Misterius di Kulkas Pintar Picu Wanita Skizofrenia ke UGD

- Selasa, 09 Desember 2025 | 13:10 WIB
Pesan Misterius di Kulkas Pintar Picu Wanita Skizofrenia ke UGD

Kulkas Pintar yang Bikin Panik: Iklan Sci-Fi Bawa Wanita ke UGD Psikiatri

Cerita ini bermula dari sebuah pesan singkat yang tiba-tiba muncul di layar kulkas pintar. Bagi Carol, seorang wanita di Inggris yang hidup dengan skizofrenia, pesan itu bukan sekadar notifikasi biasa. Tulisan di layar itu berbunyi, "Kami minta maaf telah membuatmu kesal, Carol."

Bayangkan saja. Dalam bahasa Inggris, kalimat itu terdengar sangat personal, seolah ada seseorang yang sedang meminta maaf secara langsung. Carol langsung panik. Ia merasa ada yang mengintai, berkomunikasi lewat perangkat rumah tangganya sendiri. Kepanikan itu tak bisa dibendung dan memicu kondisi psikisnya memburuk dengan cepat.

Akibatnya, Carol pun harus dilarikan ke unit gawat darurat psikiatris.

Keluarga tentu saja kebingungan. Selama beberapa hari, mereka berusaha mencari tahu sumber pesan misterius itu. Ternyata, jawabannya jauh dari yang dibayangkan. Itu bukan pesan dari penyusup atau hal gaib. Melainkan, sebuah iklan.

Ya, iklan. Tepatnya konten promosi untuk serial sci-fi Apple TV berjudul Pluribus. Iklan itu muncul begitu saja di layar kulkas pintar milik Carol, tanpa konteks atau penjelasan apa pun. Bagi kebanyakan orang, mungkin ini cuma gangguan kecil. Tapi bagi Carol, dampaknya sungguh serius.

Keluarga pun menyayangkan hal ini. Menurut mereka, cara iklan itu ditampilkan sangat tidak tepat. "Gampang banget disalahartikan," ujar salah satu anggota keluarga. Terutama untuk orang-orang dengan kondisi kesehatan mental yang rentan.

Cerita ini akhirnya viral setelah saudara perempuan Carol membagikannya di media sosial. Reaksi warganet pun beragam. Banyak yang geram dan langsung menyalahkan pihak produsen kulkas dan Apple.

"Mereka harus bertanggung jawab! Iklan seperti ini kan berbahaya," tulis seorang warganet.

Tak sedikit pula yang mendesak keluarga Carol untuk melaporkan kejadian ini ke Advertising Standards Authority (ASA), badan pengawas periklanan di Inggris. Intinya, publik menuntut kehati-hatian lebih dari perusahaan teknologi.

Memang, fitur iklan di perangkat seperti itu biasanya bisa dimatikan lewat pengaturan. Tapi, menurut banyak komentar, persoalannya lebih mendasar. Perusahaan-perusahaan ini dinilai kurang sensitif. Mereka seharusnya lebih selektif dalam memilih konten yang ditampilkan di perangkat yang berdiri diam di sudut rumah seseorang.

Di sisi lain, kasus Carol ini membuka mata banyak orang. Di era di mana segala perangkat jadi "pintar" dan terhubung, batas antara konten promosi dan kehidupan pribadi kadang jadi terlalu tipis. Dan konsekuensinya, bagi sebagian orang, bisa jauh lebih berat dari sekadar iklan yang mengganggu.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar