Kadin: Konflik Timur Tengah Momentum Reformasi dan Efisiensi bagi Dunia Usaha

- Senin, 23 Maret 2026 | 15:15 WIB
Kadin: Konflik Timur Tengah Momentum Reformasi dan Efisiensi bagi Dunia Usaha

Jakarta - Konflik di Timur Tengah memang bikin was-was. Tapi bagi pelaku usaha di dalam negeri, situasi global yang serba tak pasti ini justru bisa jadi momentum untuk introspeksi. Itulah pesan yang disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.

Menurutnya, ketegangan geopolitik di kawasan itu berpotensi menekan dunia usaha, terutama lewat lonjakan harga energi. Naiknya biaya produksi itu dampaknya langsung terasa. Nah, di sinilah pentingnya berbenah.

"Suatu gonjang-ganjing besar di Timur Tengah harus menjadi kesempatan untuk kita reformasi di dalam perusahaan masing-masing," ujar Anindya di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Dia menegaskan, langkah pertama ya mengencangkan ikat pinggang. Soalnya, arus kas atau cash flow itu wajib dijaga. Tanpa likuiditas yang sehat, perusahaan bakal limbung menghadapi fluktuasi.

Tekanan biaya energi, yang jadi input utama industri, memang mengkhawatirkan. Tapi di sisi lain, kondisi ini bisa memaksa kita untuk lebih disiplin. Efisiensi operasional dan ketahanan keuangan harus jadi prioritas utama jika ingin bertahan.

"Yang paling penting ialah menjaga cash flow perusahaan sehingga kalau ada kenaikan sementara tetap bisa survive," tambahnya.

Namun begitu, langkah defensif saja tak cukup. Anindya mendorong pelaku usaha untuk berpikir lebih jauh, lebih strategis. Dia menilai perusahaan perlu bertransformasi, beralih ke sektor-sektor yang punya nilai tambah tinggi. Dengan begitu, ketergantungan pada rantai pasok global yang rentan gejolak bisa dikurangi.

Untuk jangka pendek, Kadin bersama asosiasi dan pengusaha di daerah akan fokus pada efisiensi sambil terus memantau perkembangan. Mereka juga berkoordinasi dengan pemerintah. Tujuannya jelas: mencari opsi kebijakan yang bisa meredam dampak eksternal yang mungkin datang.

Jadi, ancaman dari luar negeri itu nyata. Tapi respon terbaik bukan cuma waspada. Melainkan memanfaatkan situasi untuk memperkuat fondasi bisnis dari dalam. Itu kuncinya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar