“Itu yang saya heran. Kalau saya tanya bawahan, kenapa enggak gerak? Ada backing-nya. Siapa backing-nya? Diam,” katanya, menggambarkan situasi yang dihadapinya.
“Jadi saya agak bingung. Itu yang saya tegurkan tadi. Kalau ada ya kasih tahu saya. Kita beresin.”
Upaya bersih-bersih ini, ditegaskannya, punya dukungan penuh dari Istana. Presiden konon memberikan backing 100 persen untuk mengamankan target pendapatan dan stabilitas fiskal di tahun 2026. Purbaya merasa tak ada lagi alasan untuk gagal.
“Kalau tahun lalu kan saya bisa bilang pendapatan pajak enggak tercapai karena saya masih baru. Tahun ini kan saya enggak bisa. Kita beresin betul,” tuturnya.
Meski terkesan keras, Purbaya memastikan semua tindakan akan dilakukan secara terukur. Strateginya jelas, bukan asal copot. Dia melihat kondisi saat ini bagai tren yang ‘melemah sebelum patah’ dan intervensi cepat mutlak diperlukan sebelum semuanya rusak.
“Kita akan tindak tegas secara berimbang. Enggak asal ganti-ganti aja tanpa strategi yang jelas,” pungkasnya.
“Kalau Anda lihat kan, melemah sebelum patah itu menunjuk melemah terus-terusan.”
Artikel Terkait
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar