Namun begitu, kerja sama ini bukan cuma soal tanda tangan di atas kertas. Delegasi Indonesia juga turun langsung melihat penerapan teknologi di lapangan. Mereka meninjau penggunaan AI dalam layanan kesehatan primer, plus pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler (TCM). Rupanya, ada keinginan kuat untuk mendorong alih teknologi, agar fasilitas produksi TCM bisa berdiri di dalam negeri.
Di sisi lain, Wamenkes juga menegaskan prinsip utama dalam semua kolaborasi ini. Menurutnya, semua harus dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip alih teknologi, penguatan kapasitas dalam negeri, dan yang tak kalah penting: perlindungan data kesehatan. Kedaulatan data adalah hal yang non-negosiable.
Pada akhirnya, kunjungan ini diharapkan bukan sekadar seremonial. Harapannya, hubungan Indonesia-China di sektor kesehatan bisa makin erat. Dan yang utama, mendukung target nasional seperti percepatan eliminasi TBC dan penguatan layanan kesehatan dasar untuk masyarakat.
Laporan ini disusun oleh Shifa Nurhaliza Putri.
Artikel Terkait
Telkomsel dan Indihome Lumpuh, Ribuan Pengguna Mengeluh
Menteri Keuangan Bantah Isu Pelemahan Rupiah Terkait Pencalonan Thomas di BI
Rustam Effendi Tuding Eggi Sudjana Sebagai Dalang Isu Ijazah Jokowi
Jalan Letjend Suprapto Tergenang, Arus Lalu Lintas Dialihkan ke Jalur Cepat