Nah, kalau dirinci lebih detail, ceritanya jadi lain. Arus kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek ternyata justru sedikit menurun, sekitar 0,6% lebih rendah dari kondisi normal. Jumlahnya sekitar 613,589 kendaraan. Penurunan ini terutama terjadi di jalur menuju Barat (Merak) dan Selatan (Puncak), masing-masing turun hampir 5%. Sebaliknya, arus ke Timur justru melonjak lebih dari 5%.
Di sisi lain, pemandangan berbeda terlihat di arus balik. Kendaraan yang kembali ke Jabodetabek malah meningkat signifikan, naik 2,52 persen menjadi hampir 619.059 kendaraan. Peningkatan tertinggi terjadi dari arah Timur, yang melesat 7,68% dibanding hari biasa. Arus dari Selatan (Puncak) juga naik, meski lebih modest, sekitar 1,66%. Hanya arus dari Barat yang tercatat turun, sekitar 3,67% lebih rendah dari normal.
Data ini, meski terlihat sebagai sekumpulan angka, sebenarnya menggambarkan sebuah pola. Tampaknya, banyak pemudik yang memilih tujuan ke Timur untuk liburan singkat ini. Lalu, ketika liburan usai, mereka pun serempak kembali ke ibu kota, menciptakan lonjakan yang cukup terasa di gerbang-gerbang tol dari arah tersebut.
Laporan ditutup oleh kunthi fahmar sandy.
Artikel Terkait
Zurich Indonesia Jaga RBC 300%, Jauh di Atas Batas Minimal OJK
Kuota Mudik Gratis DKI Jakarta Bertambah Jadi 30.774 Orang
DPRD DKI Dorong Perda Pembangunan Keluarga Tangguh Antisipasi Dampak Perceraian
KPK Tangkap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Terkait Dugaan Suap Proyek