Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa geram. Puluhan perusahaan baja asing, khususnya yang berasal dari China, kedapatan main kucing-kucingan dengan kewajiban pajak mereka. Nah, langkah tegas pun segera diambil. Purbaya sendiri berencana turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak dalam waktu dekat ini.
"Sehari dua hari ini saya akan ke sana," ujar Purbaya, Senin (19/1/2026), usai bertemu dengan anggota DPR RI di Jakarta.
Rupanya, data dari kementeriannya cukup mencengangkan. Ada sekitar 40 perusahaan di sektor baja yang terdeteksi bermasalah, dan semuanya berasal dari China. Dari sekian banyak nama itu, dua perusahaan besar sudah masuk dalam radar dan akan digerebek lebih dulu.
"Yang dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat. Itu dari China semua. Bukan campur-campur," tegasnya.
Masalahnya ternyata tak cuma soal pengemplangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang jelas-jelas merugikan negara. Menurut Purbaya, ada modus lain yang juga dipakai, yaitu soal data karyawan. Diduga, identitas penduduk lokal dibeli begitu saja untuk dijadikan kedok, sementara kewajiban perpajakan pokoknya malah diabaikan.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas