Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa geram. Puluhan perusahaan baja asing, khususnya yang berasal dari China, kedapatan main kucing-kucingan dengan kewajiban pajak mereka. Nah, langkah tegas pun segera diambil. Purbaya sendiri berencana turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak dalam waktu dekat ini.
"Sehari dua hari ini saya akan ke sana," ujar Purbaya, Senin (19/1/2026), usai bertemu dengan anggota DPR RI di Jakarta.
Rupanya, data dari kementeriannya cukup mencengangkan. Ada sekitar 40 perusahaan di sektor baja yang terdeteksi bermasalah, dan semuanya berasal dari China. Dari sekian banyak nama itu, dua perusahaan besar sudah masuk dalam radar dan akan digerebek lebih dulu.
"Yang dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat. Itu dari China semua. Bukan campur-campur," tegasnya.
Masalahnya ternyata tak cuma soal pengemplangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang jelas-jelas merugikan negara. Menurut Purbaya, ada modus lain yang juga dipakai, yaitu soal data karyawan. Diduga, identitas penduduk lokal dibeli begitu saja untuk dijadikan kedok, sementara kewajiban perpajakan pokoknya malah diabaikan.
Artikel Terkait
Tiga Calon Deputi Gubernur BI Siap Hadapi Uji Kelayakan DPR
Aceh Bangkit: Pembangunan Permanen 7 Jembatan dan 28 Titik Longsor Dimulai
Harmoni MRT: Titik TOD Strategis yang Diharapkan Ubah Wajah Transportasi Jakarta
Trump Undang Putin Bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, Netanyahu Protes