Komitmennya itu membawa Alfrida jadi Agen Juragan. Sekarang dia punya empat outlet. Dukungan dari BRI pun dirasakan, mulai dari pendampingan hingga layanan pick up. “Manfaat yang di dapatkan sangatlah banyak, selain menjadi prioritas di grup atau paguyuban, kami juga mendapatkan layanan yang sangat baik oleh setiap pegawai BRI,” aku Alfrida.
Di sisi lain, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai agen seperti ini punya peran krusial. Di daerah terpencil, mereka adalah ujung tombak inklusi keuangan.
“Di wilayah dengan keterbatasan akses seperti Distrik Dekai, keberadaan BRILink Agen menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat bagi masyarakat,” jelas Dhanny.
“Layanan ini selain membantu memudahkan aktivitas transaksi warga sekaligus turut mendukung penguatan ekonomi lokal melalui peran agen di daerah.”
Inisiatif semacam ini, secara tak langsung, sejalan dengan visi pemerataan ekonomi. Membangun dari bawah. Menciptakan lapangan kerja dan mendorong wirausaha di daerah yang paling membutuhkan. Seperti yang dilakukan Alfrida di Dekai: satu transaksi, satu langkah, untuk memutar roda ekonomi lokal.
Artikel Terkait
Danantara Mulai Kajian Ulang Menyeluruh atas Tata Kelola dan Aset BUMN
Presiden Prabowo Paparkan Strategi Diplomasi Palestina Lewat Forum Perdamaian kepada Ulama
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS di Langit Basra
Wamendagri Soroti Pengakuan Bupati Nonaktif Pekalongan Tak Paham Birokrasi