Pemulihan Pascabencana Sumatera: Padat Karya Digenjot untuk Hidupkan Kembali Perekonomian Warga

- Senin, 19 Januari 2026 | 06:50 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera: Padat Karya Digenjot untuk Hidupkan Kembali Perekonomian Warga

Pada 30 hari pertama yang berstatus tanggap darurat, semua masih di bawah koordinasi BNPB. Fokus waktu itu lebih mendesak: membuka akses logistik. Tujuannya agar distribusi barang-barang penting seperti pangan, BBM, dan LPG nggak macet. Itu fase yang paling krusial.

Untuk mendukung semua percepatan ini, Kementerian PU mengerahkan sumber daya secara besar-besaran. Angkanya cukup signifikan: 1.332 personel di tahap awal, termasuk 402 anak muda dari internal kementerian. Mereka juga mendapat bantuan dari 1.366 personel TNI, Polri, dan masyarakat. Belum lagi alat beratnya 1.854 unit dan 467 sarana pendukung lainnya yang dikirim ke tiga provinsi terdampak.

Di sisi lain, Dody menyebut kecepatan respons ini dimungkinkan berkat struktur organisasi mereka yang sudah tersebar. Kementerian PU punya balai teknis di setiap provinsi, yang menjadi ujung tombak penanganan pertama.

“Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia, sehingga ketika terjadi bencana, kami sudah bergerak lebih dulu. Hal ini juga berlaku di seluruh wilayah, tidak hanya di Sumatera," tutur Dody.

"Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin. Balai teknis tersebut menjadi garda terdepan yang cepat tanggap ke lokasi terdampak untuk melaksanakan penanganan awal."

Jadi, upaya pemulihan ini berjalan di dua jalur. Satu di permukaan, membenahi infrastruktur yang hancur. Satunya lagi, di tingkat yang lebih manusiawi, mengembalikan denyut kehidupan ekonomi warga lewat kesempatan bekerja. Dua-duanya berjalan beriringan.


Halaman:

Komentar