Cinta Tak Tergenang Banjir: Pengantin Digendong di Resepsi yang Banjir

- Senin, 19 Januari 2026 | 00:40 WIB
Cinta Tak Tergenang Banjir: Pengantin Digendong di Resepsi yang Banjir

JAKARTA – Banjir melanda sejumlah wilayah Jakarta Barat, termasuk Cengkareng, setelah hujan deras mengguyur sejak Sabtu malam. Air menggenang di mana-mana, mengubah jalan-jalan jadi seperti sungai. Tapi di tengah kondisi yang serba basah itu, ada satu acara yang tetap berjalan: resepsi pernikahan Ela Laila dan Muhadi. Acara ini pun ramai jadi perbincangan di media sosial.

Menurut sejumlah saksi, lokasi resepsi tak luput dari genangan. Air hampir memenuhi halaman. Meski begitu, semangat untuk merayakan cinta ternyata jauh lebih tinggi. Para tamu tetap datang, meski harus sedikit basah-basahan. Suasana riuh rendah pesta pernikahan justru kontras dengan situasi banjir di sekelilingnya.

"Saya khawatir orang-orang pada enggak datang ya,"

Ucap Ela, sang pengantin wanita, di hari bahagianya, Minggu (18/1/2026). Kekhawatirannya ternyata tak terbukti.

Momen paling viral justru terjadi saat pengantin wanita akan naik ke pelaminan. Karena air yang cukup tinggi, Muhadi dengan sigap menggendong istrinya. Ela pun tertawa riang dalam dekapan sang suami, sebuah gambar yang langsung menyita perhatian netizen. Romantis, pokoknya.

Sebenarnya, Ela sempat kepikiran untuk membatalkan resepsi. Bayang-bayang banjir dan ketidakyakinan apakah tamu akan hadir sempat mengganggu pikirannya. Tapi niat itu urung dilakukan.

Di sisi lain, dukungan dari keluarga besar ternyata sangat kuat. Mereka bersikeras agar pesta dilanjutkan. Akhirnya, dengan segala persiapan seadanya dan semangat kebersamaan, resepsi pun digelar. Walau sederhana dan dikelilingi air, kebahagiaan kedua mempelai dan para tamu yang hadir terpancar jelas. Buktinya, momen itu kini justru dikenang sebagai pernikahan yang unik dan penuh makna.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar