Suasana di lokasi saat itu cukup mencekam. Pantauan menunjukkan, setidaknya 12 mobil Toyota Innova membawa tim penyidik sudah bersiaga di basement sejak pukul 4:30 sore. Dua puluh menit kemudian, iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju lobi utama gedung.
Budi Prasetyo, dalam kesempatan terpisah, menerangkan alasan penggeledahan. Katanya, ini untuk mendalami proses pemeriksaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terhadap sebuah korporasi yang terlibat kasus.
"Mekanismenya melibatkan Kantor Pusat Ditjen Pajak untuk menentukan tarif. Penyidik ingin mendalami tahapan dan mekanismenya seperti apa," tutur Budi kepada awak media, Rabu.
Hasilnya, sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Barang-barang ini diduga punya kaitan erat dengan konstruksi perkara korupsi yang sedang dibongkar.
"Tim mengamankan dan menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik. Dokumen dan barang bukti itu diduga terkait dengan kasus ini," katanya.
Tak cuma dokumen. Penyidik juga menyita sejumlah uang tunai. Uang tersebut diduga berasal dari pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Penyidik mengamankan sejumlah uang yang diduga bersumber dari tersangka dalam perkara suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara," pungkas Budi.
Artikel Terkait
Inara Rusli Siap Bertemu Mawa, Upaya Damai di Tengah Laporan Zina
BCA Tutup Satu Hari untuk Isra Mikraj, Layanan Digital Tetap 24 Jam
Ragunan Sepi Pagi Ini, Meski Libur Panjang Telah Tiba
Ganjil-Genap Jakarta Ditiadakan, Pengendara Bebas Berkendara Hari Ini