Jakarta - Pemerintah punya target ambisius: menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng untuk lebih dari 33 juta keluarga sebelum Lebaran 2026. Upaya ini, menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), krusial untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga pangan pokok di pasaran.
“Dipastikan sebelum Lebaran sudah terdistribusi,” tegas Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy. Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta, Selasa lalu, usai menghadiri acara pelepasan ekspor unggas.
Dia menjelaskan, dana untuk program ini sudah cair dari Kementerian Keuangan. Nah, sekarang prosesnya masuk ke tahap persiapan teknis dan yang tak kalah penting: konsolidasi data. Memang, secara administratif jumlah penerima manfaat (KPM) sudah ditetapkan di angka 33,2 juta. Tapi pemerintah enggan gegabah. Verifikasi lapangan tetap akan dilakukan untuk memastikan daftar penerima masih akurat.
“Konsolidasi data dulu. Yang 33,2 juta itu sudah fiks, hanya kan kita perlu verifikasi di lapangan. Apakah si penerimanya itu masih miskin atau sudah kaya? Kan kadang-kadang langsung berubah,” ujar Sarwo.
“Contoh misalnya yang tahun lalu dia miskin kemudian dia bisnis. Misalnya bisnis apa gitu lalu kehidupan berubah. Itu yang kita ganti, kira-kira seperti itu,” tambahnya.
Verifikasi ini dianggap perlu. Kondisi sosial ekonomi seseorang bisa berubah cepat, dan data harus diperbarui agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Tanpa itu, bisa terjadi kesalahan distribusi yang justru memicu masalah.
Untuk eksekusi di lapangan, Bapanas telah mengerahkan Bulog. Surat penugasan resmi untuk mendistribusikan beras dan minyak goreng itu sendiri sudah diterbitkan sejak pertengahan Februari lalu. Targetnya, penyalaran bisa dimulai awal Maret tentu setelah semua data dinyatakan siap.
“Jadi surat penugasan dari Bapanas ke Bulog sudah diterbitkan kalau tidak salah Februari ya. Awal Maret ini diupayakan bantuan beras-minyak goreng terdistribusi,” jelas Sarwo.
Dari sisi anggaran, program ini menelan dana tidak sedikit: Rp11,92 triliun. Bantuan yang akan diterima setiap keluarga adalah 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk jatah satu bulan. Kalau diakumulasi untuk semua penerima sekaligus, Bulog harus mendistribusikan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.
Sebelumnya, komitmen percepatan juga datang dari internal Bulog. Direktur Utamanya, Ahmad Rizal Ramdhani, telah memastikan penyaluran akan dipercepat untuk meringankan beban masyarakat selama Ramadan nanti.
“Insya Allah minggu depan sudah mulai (penyaluran) Banpang (bantuan pangan),” kata Rizal di Jakarta, Sabtu (21/2).
Jadi, semua sudah di garis start. Tinggal eksekusi di lapangan yang menentukan apakah bantuan ini benar-benar sampai tepat waktu, ke tangan yang tepat, sebelum hari raya tiba.
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp281 Juta untuk Ahli Waris Petugas PPSU Tewas Kecelakaan Kerja
Shelter Indonesia Transformasi dari Penyedia Tenaga Kerja ke Ekosistem Operasional Terintegrasi
Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi
Pakar Hukum dan Pengamat Politik Dilaporkan ke Polisi Atas Ujaran Kritis