Jakarta - Pemerintah punya target ambisius: menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng untuk lebih dari 33 juta keluarga sebelum Lebaran 2026. Upaya ini, menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), krusial untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga pangan pokok di pasaran.
“Dipastikan sebelum Lebaran sudah terdistribusi,” tegas Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy. Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta, Selasa lalu, usai menghadiri acara pelepasan ekspor unggas.
Dia menjelaskan, dana untuk program ini sudah cair dari Kementerian Keuangan. Nah, sekarang prosesnya masuk ke tahap persiapan teknis dan yang tak kalah penting: konsolidasi data. Memang, secara administratif jumlah penerima manfaat (KPM) sudah ditetapkan di angka 33,2 juta. Tapi pemerintah enggan gegabah. Verifikasi lapangan tetap akan dilakukan untuk memastikan daftar penerima masih akurat.
“Konsolidasi data dulu. Yang 33,2 juta itu sudah fiks, hanya kan kita perlu verifikasi di lapangan. Apakah si penerimanya itu masih miskin atau sudah kaya? Kan kadang-kadang langsung berubah,” ujar Sarwo.
“Contoh misalnya yang tahun lalu dia miskin kemudian dia bisnis. Misalnya bisnis apa gitu lalu kehidupan berubah. Itu yang kita ganti, kira-kira seperti itu,” tambahnya.
Verifikasi ini dianggap perlu. Kondisi sosial ekonomi seseorang bisa berubah cepat, dan data harus diperbarui agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Tanpa itu, bisa terjadi kesalahan distribusi yang justru memicu masalah.
Artikel Terkait
Prancis Kerahkan Jet Rafale ke UEA untuk Amankan Pangkalan dari Ancaman Drone
Gubernur Jabar Geram Temukan Trotoar Baru Dikeruk Tanpa Izin, Ancam Tuntut Kontraktor
Nenek 70 Tahun Pingsan Usai Digasak Jambret, Pelaku Kembali Berpura-pura Menolong
Wakil Ketua MPR Serukan Dialog dan Penahanan Diri untuk Cegah Eskalasi Konflik Global