Di Mapolda Riau, suasana terasa tegang namun penuh perhatian. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia menyampaikan dukacita mendalam untuk seekor gajah Sumatera yang ditemukan tewas tanpa kepala di Pelalawan awal Februari lalu. Praktik brutal ini, menurutnya, sangat disayangkan.
Di sisi lain, Raja Juli tak lupa mengapresiasi kerja keras Polda Riau yang berhasil mengungkap kasus itu. Apresiasi juga ditujukan pada kolaborasi semua pihak yang terlibat.
"Alhamdulillah, di hari dan bulan yang baik ini, dengan sinergi yang luar biasa antara kepolisian, polisi hutan, dan Balai Konservasi Daerah, kita sudah menetapkan 15 orang sebagai tersangka," jelas Raja Juli dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).
"Delapan di Riau, tujuh lainnya jaringan luar provinsi. Masih ada 3 DPO yang diburu."
Ia lalu menyisipkan catatan personal. "Kita semua tahu, gajah Sumatera ini adalah satwa yang paling disayangi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Bukti Komitmen Kapolri
Konferensi pers itu dihadiri deretan pejabat tinggi. Mulai dari Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau SF Haryanto, hingga perwakilan Komisi III DPR. Mereka semua hadir untuk menegaskan satu hal: kasus ini serius.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, tampil memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa penanganan kasus ini bukan main-main. Polisi menggunakan pendekatan scientific crime investigation, menggabungkan analisis balistik, pelacakan GPS, dan pemetaan jaringan pelaku.
"Ini bukti konkret komitmen Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk melindungi lingkungan dan ekosistemnya," kata Johnny.
Dari hasil olah TKP, terungkap gajah berusia 40 tahun itu mati karena ditembak. Peristiwa ini, sambungnya, bukan cuma duka bagi warga Riau. Tapi bagi seluruh Indonesia.
"Kapolri berharap ini jadi momentum. Untuk menyatukan rasa dan sikap, memperkuat kolaborasi menjaga satwa liar," tutur Johnny Isir.
Nada yang sama terdengar dari semua pihak yang hadir. Ada kemarahan, tapi juga tekad. Tekad agar perburuan liar yang menyedihkan ini tak terulang lagi.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Tiga Lahan di Tanah Abang Aset Negara untuk Perumahan Rakyat
Presiden Lebanon Tegaskan Negara Bukan Lagi Arena Perang Setelah Gencatan Senjata
Jadwal Salat dan Imsakiyah DKI Jakarta untuk Sabtu, 18 April 2026
Napi Koruptor Rp233 Miliar Terlihat Ngopi di Kafe, Ditjenpas Periksa Petugas Rutan