Selain setir kanan, ada lagi yang menarik. Sistem multimedia dan komputernya sudah diubah ke bahasa Indonesia. Bukan sekadar terjemahan biasa, antarmukanya tampak disiapkan khusus. Detail kecil macam ini biasanya cuma muncul pada mobil yang benar-benar diproyeksikan untuk suatu pasar.
Dari sisi teknis, Denza B5 dibangun di atas platform DMO (Dual-Mode Off-road) BYD. Platform ini memadukan struktur body-on-frame dengan sistem hybrid plug-in. Jadi, karakternya beda dari SUV listrik kebanyakan yang pakai monokok.
Tenaganya? Kombinasi mesin bensin 1.5-liter turbo dan dua motor listrik satu di depan, satu di belakang. Hasilnya lebih dari 600 daya kuda, dengan torsi besar yang sanggup mendorong akselerasi cepat sekaligus menerjang medan berat.
Untuk baterai, BYD tetap andalkan Blade Battery. Dengan konfigurasi ini, B5 bisa menempuh sekitar 100 kilometer secara murni listrik sebelum mesin bensinnya hidup.
Jadi, semuanya seolah sudah siap. Tinggal menunggu waktu.
Artikel Terkait
Baku Tembak di Nabire, Aparat Sita Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah
Inflasi Februari 2026 Capai 0,68%, Didorong Kenaikan Harga Pangan
Jenazah Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa Sebelum Dimakamkan di Kalibata
Hizbullah Luncurkan Rudal ke Israel, Balasan Serang Wilayah Lebanon