Rabu pagi di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur, suasana tampak ramai. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, hadir di tengah kerumunan. Kunjungannya bukan sekadar seremonial. Ia punya pesan penting yang ingin disampaikan langsung kepada para penerima bantuan.
Intinya sederhana: gunakan uang bantuan itu dengan bijak. "Tidak boleh untuk beli motor, tidak boleh untuk beli rokok," tegas Gus Ipul, suaranya lantang namun tetap santun.
"Tidak boleh untuk beli-beli hal-hal yang berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan keluarga."
Ia kemudian menambahkan larangan yang lebih keras. Soal ini, Gus Ipul terlihat sangat serius.
"Apalagi untuk judi. Judi online. Sungguh-sungguh itu dilarang," ucapnya.
Pesan itu jelas. Dana Bantuan Langsung Tunai Sementara, atau BLT-Sementara, bukanlah uang saku untuk foya-foya. Gus Ipul mengingatkan agar bantuan sosial itu jangan sampai disalahgunakan. Menurutnya, fokus harus pada hal-hal yang paling mendasar bagi sebuah keluarga.
"Bantuan ini tentu diharapkan tidak disalahgunakan. Gunakan untuk keperluan-keperluan yang paling pokok," ujar Gus Ipul.
Lalu, apa saja yang termasuk keperluan pokok itu? Ia pun merincikan dengan sederhana. Bisa untuk biaya sekolah anak, misalnya. Atau modal awal untuk merintis usaha kecil-kecilan. "Atau juga untuk hal-hal lain ya," lanjutnya, memberi ruang bagi kebutuhan mendesak lainnya yang mungkin muncul.
Di akhir pernyataannya, harapannya sederhana namun penuh makna. "Mudah-mudahan ada manfaatnya," pungkas dia. Sebuah harapan agar bantuan yang diberikan benar-benar meringankan beban, bukan malah menimbulkan masalah baru.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Titip Pesan ke Jemaah Haji: Semoga Pulang Jadi Haji Mabrur
Polisi Bekuk Suami di Mojokerto yang Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Ditangkap di Surabaya
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan