NABIRE – Tengah malam di Nabire, Minggu (1/3/2026) lalu, suasana damai tiba-tiba pecah oleh rentetan tembakan. Sekitar pukul 22.40 WIT, kontak senjata keras terjadi antara aparat gabungan TNI-Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Baku tembak ini meletus saat pasukan gabungan bergerak untuk menegakkan hukum terhadap seorang DPO yang mengklaim diri sebagai Panglima Kodap III D, Dulla Aibon Kogoya.
Operasi yang melibatkan Satgas Koops Habema, Rajawali, dan Operasi Damai Cartenz-2026 itu memang berjalan intens. Menurut informasi yang beredar, personel gabungan mulai mendekati sebuah markas persembunyian. Namun, bukannya menyerah, kelompok bersenjata itu malah melawan. Jadilah pertukaran tembakan yang tak terhindarkan di kegelapan malam.
Kombes Yusuf Sutejo, selaku Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, menegaskan arti penting aksi ini. Bagi dia, ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk melindungi warga.
Setelah pertempuran berlangsung cukup lama, kelompok bersenjata itu akhirnya memutuskan kabur. Mereka meninggalkan markas yang dikuasainya, yang kemudian berhasil diamankan oleh aparat. Di situlah penggeledahan dimulai.
Artikel Terkait
DJP Catat Lebih dari 5,2 Juta Laporan SPT Tahunan 2025, Mayoritas via Digital
DEN Khawatir Konflik Iran-Israel Picu Lonjakan Harga BBM di Indonesia
Iran Tegaskan Penolakan Negosiasi dengan AS, Bantah Laporan Pembukaan Dialog
BMKG Pastikan Gerhana Bulan Total Terlihat di Indonesia pada 3 Maret 2026