Elon Musk akhirnya mengambil langkah. Platform X, yang ia miliki, resmi membatasi fitur kontroversial pada chatbot Grok. Fitur yang dimaksud? Kemampuan untuk membuat gambar deepfake seseorang dengan pakaian yang sangat minim.
Langkah pembatasan ini bukan tanpa sebab. Tekanan datang dari berbagai penjuru, terutama setelah otoritas California, AS, meluncurkan penyelidikan formal terhadap xAI perusahaan AI milik Musk yang berada di balik Grok. Tapi California bukan satu-satunya. Beberapa negara lain pun mulai bergerak, ada yang memblokir akses ke Grok, ada pula yang membuka penyelidikan serupa.
Dalam pernyataannya, X terang-terangan mengumumkan batasan baru itu.
Pernyataan itu dikutip dari AFP, Kamis lalu.
Semua berawal dari fitur "Spicy Mode" yang ditawarkan Grok. Fitur ini, rupanya, memungkinkan hal yang mengerikan: pengguna bisa membuat deepfake seksual perempuan dan anak-anak hanya dengan perintah teks sederhana. Cukup ketik "pakaikan dia bikini" atau "lepaskan pakaiannya," dan AI akan menuruti. Praktik ini langsung memicu gelombang kecaman global.
Artikel Terkait
Pemerintah Tahan B40 Sampai 2026, B50 Ditunda Gara-gara Harga CPO Melebar
Bank Mandiri Siapkan Dana Darurat untuk Hadapi Gejolak 2026
AS Luncurkan Fase Kedua Rencana Gaza: Dari Gencatan Senjata ke Pemerintahan Teknokrat
Prabowo Beri Sinyal Kuat, Industri Tekstil dan Garmen Menanti Langkah Nyata