Yang menarik perhatian, fokus pertemuan kali ini spesifik. Stella menjelaskan bahwa undangan dikhususkan bagi para akademisi di bidang sosial dan humaniora. Sepertinya, ini jawaban atas kekhawatiran bahwa bidang ini kurang mendapat perhatian.
"Tidak benar. Justru khusus hari ini Bapak Presiden mengumpulkan sosial humaniora," tegas Stella.
Undangan resminya sendiri sudah beredar sejak seminggu sebelumnya, dikirimkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi pada tanggal 9 Januari. Agenda resminya bertajuk "Taklimat dan Dialog bersama Presiden RI" dengan tema yang cukup menggugah: "Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia."
Pertemuan sebelumnya tahun lalu juga punya kesan mendalam. Kala itu, Prabowo secara terbuka menekankan peran kampus. Ia berharap dunia akademik tak hanya paham isu nasional, tapi juga mampu membaca dinamika global yang pengaruhnya langsung terasa di Indonesia.
Hari ini, dialog itu berlanjut. Dengan nuansa yang lebih spesifik dan semangat yang sama: mendengarkan suara dari menara gading untuk kemajuan bangsa.
Artikel Terkait
Musk Akhirnya Batasi Grok, Fitur Deepfake Seksual Picu Larangan Global
Roby Tremonti Merasa Disindir Aurelie Lewat Karakter Bobby dalam Buku
Korea Selatan Suntik Rp 128 Miliar untuk Pastikan Keakuratan Isi Daya Kendaraan Listrik RI
PELNI Logistics Pacu Bongkar Muat Hampir 60 Ribu TEUs pada 2026