Buruh Serbu Jakarta Besok, Tuntut UMP DKI Naik Jadi Rp5,89 Juta

- Kamis, 15 Januari 2026 | 04:40 WIB
Buruh Serbu Jakarta Besok, Tuntut UMP DKI Naik Jadi Rp5,89 Juta

Jakarta bakal kembali ramai oleh aksi massa. Besok, Kamis 15 Januari 2026, ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana turun ke jalan. Mereka akan memadati dua titik: Gedung DPR RI dan kantor Kementerian Ketenagakerjaan. Tuntutannya? Bukan main-main.

Presiden KSPI, Said Iqbal, sudah menyiapkan sederet poin yang bakal diteriakkan. Yang paling utama adalah soal upah di ibu kota. Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk segera merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026.

kata Said Iqbal saat jumpa pers, Rabu (14/1).

Alasannya jelas. Jakarta dikenal sebagai kota dengan biaya hidup yang tinggi, bahkan mengalahkan beberapa ibu kota Asia lainnya seperti Kuala Lumpur dan Bangkok. Tapi, di sisi lain, upah minimum buruhnya masih berkutat di angka Rp5,73 juta. Sungguh ironis.

Menurut Iqbal, data Bank Dunia dan IMF menunjukkan pendapatan per kapita warga Jakarta bisa mencapai Rp28 juta per bulan. Sementara survei BPS mencatat biaya hidupnya sekitar Rp15 juta per bulan. "Dengan kondisi seperti itu, mana mungkin buruh bisa hidup layak dengan gaji cuma 5-7 juta?" ujarnya. Dia menegaskan, Gubernur DKI seharusnya tidak terkungkung aturan minimal dan berani mengambil terobosan politik.

Nah, kalau pemerintah daerah beralasan tak mampu menaikkan upah sampai 100% KHL, buruh punya usulan lain. Mereka minta subsidi upah sebesar Rp200.000 per bulan selama setahun penuh bagi semua penerima upah minimum. Ini untuk mengejar ketertinggalan daya beli yang tergerus inflasi.


Halaman:

Komentar