Target pemerintah soal kemandirian energi semakin jelas. Dalam waktu dua tahun ke depan, Indonesia bertekad memproduksi sendiri BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax (RON 92) dan sejenisnya. Impian besar ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.
“Semua yang RON di atas 90, itu nanti kita upayakan untuk bisa mandiri,” tegas Laode saat berbincang di kantornya, Rabu lalu.
Menurutnya, ujung-ujungnya nanti cuma dua jenis yang masih diimpor: minyak mentah dan BBM RON 90 atau Pertalite. Target ini bukan omong kosong. Kilang minyak Balikpapan yang baru saja diresmikan lewat program RDMP jadi salah satu tulang punggungnya. Fasilitas itu diharapkan bisa mengerek produksi dalam negeri dan pelan-pelan memangkas ketergantungan pada impor BBM.
Namun begitu, kilang saja tak cukup. Pemerintah punya strategi lain, yaitu mencampur etanol ke dalam BBM. Saat ini, Pertamax Green dengan kandungan etanol 5% sudah beredar. Rencananya, produk beroktan tinggi lain seperti Pertamax Turbo akan menyusul. Langkah ini dinilai bisa mengurangi kebutuhan impor minyak mentah secara signifikan.
Artikel Terkait
Kia Carens Facelift Siap Debut di IIMS 2026, Tanda Era Baru Kia Indonesia
Inter Milan Menang Tipis, Napoli Tersendat di Laga Tunda Serie A
Mitsubishi Kembali Produksi Mobil Nissan, Termasuk Rogue PHEV dan Navara
Rabies: Saat Kewaspadaan Kita Hanya Bangkit Setelah Ada yang Tewas