Dari Piring Sekolah, Kadin Lihat Geliat Ekonomi dan Target 8 Persen

- Kamis, 15 Januari 2026 | 01:20 WIB
Dari Piring Sekolah, Kadin Lihat Geliat Ekonomi dan Target 8 Persen

"Kalau menunya telur, ya butuh 82 juta butir telur. Kalau paha ayam, ya 82 juta paha. Belum lagi sayur-mayur dan lain-lain. Selama ini kita sering dengar hilirisasi di pertambangan, nah dengan MBG, hilirisasi agrikultur akhirnya benar-benar terjadi," imbuhnya.

Pola konsumsinya pun bisa disesuaikan dengan kearifan lokal. Daerah pesisir bisa mengandalkan ikan, sentra peternakan fokus pada ayam dan telur, sementara daerah lain mengembangkan komoditas andalan mereka sendiri.

"Dengan begitu, setiap provinsi, kabupaten, hingga desa punya peluang untuk mengindustrialisasi sektor agrikulturnya," katanya.

Anindya juga memberi apresiasi pada strategi Badan Gizi Nasional yang memilih skema kemitraan. Meski anggaran pemerintah besar, menjalankan semuanya sendiri justru kurang efektif. Pendekatan kolaboratif dinilai lebih cerdas.

"Coba pikirkan jika 20 atau 30 ribu dapur itu harus dikelola sendiri oleh pemerintah. Walaupun dananya ada, proses survei, tender, dan sebagainya akan sangat rumit dan lambat. Target bisa meleset. Dengan kemitraan, semua pihak diuntungkan," jelas Anindya.

Jadi, program yang terlihat sederhana ini ternyata punya daya ungkit yang luar biasa. Dari piring anak sekolah, roda ekonomi bisa digerakkan, lapangan kerja tercipta, dan hilirisasi akhirnya menemukan momentumnya.


Halaman:

Komentar