Dalam wawancaranya dengan Daily Mail, mantan Presiden AS Donald Trump mengungkapkan perkiraan durasi sebuah operasi militer hipotetis terhadap Iran. Menurutnya, serangan semacam itu, yang dilakukan bersama Israel, bakal rampung dalam waktu sekitar empat pekan. Trump tampaknya yakin, terlepas dari kekuatan negara itu.
"Ini selalu merupakan proses empat minggu. Kami memperkirakan akan berlangsung sekitar empat minggu," ujarnya kepada surat kabar Inggris itu, seperti dilansir AFP awal Maret lalu.
Dia bahkan menegaskan kembali poinnya. "Sekuat apa pun negara itu, ini adalah negara besar, akan memakan waktu empat minggu atau kurang," tambah Trump. Pernyataan ini muncul di tengah laporan mengenai serangan skala besar yang memang telah terjadi.
Menurut sejumlah saksi, operasi gabungan AS dan Israel itu sendiri diluncurkan pada akhir Februari. Sasaran mereka beragam, mulai dari fasilitas komando Garda Revolusi, lokasi peluncuran rudal dan drone, hingga lapangan terbang militer dan jaringan pertahanan udara Iran. Serangan itu diklaim telah melumpuhkan kemampuan pertahanan Tehran dan menewaskan pemimpin tertingginya, Ali Khamenei.
Dampaknya sungguh parah. Organisasi Bulan Sabit Merah Iran mencatat, korban jiwa mencapai lebih dari 200 orang, dengan hampir 750 lainnya terluka. Serangan dilaporkan menjangkau 24 dari 31 provinsi di negara tersebut.
Di sisi lain, sebuah laporan pilu muncul dari Iran selatan. Sebuah sekolah perempuan dikabarkan ikut menjadi korban. Pejabat setempat menyebut lebih dari 100 siswi tewas. Komando Pusat AS atau Centcom menyatakan mereka sedang menyelidiki kebenaran laporan tragis ini.
Sementara itu, dari kubu Israel, aksi mereka digambarkan sebagai yang terbesar dalam sejarah. Angkatan Udara Israel menerbangkan lebih dari 200 jet tempur dalam satu gelombang serangan. Targetnya adalah lokasi rudal dan pangkalan udara milik IRGC.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dengan tegas mengklaim keberhasilan. Mereka menyatakan telah menghantam sistem pertahanan di Iran bagian barat dan tengah. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 500 target diklaim telah disasar, termasuk peluncur rudal dan baterai pertahanan udara Iran.
Artikel Terkait
Jukir Otak Pengeroyokan Satpam di Makassar Ditangkap, Anaknya Masih Diburu
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Program Strategis, Fokus pada Hilirisasi dan Energi dari Sampah
Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Tewaskan Satu Keluarga di Grogol Petamburan
Mantan Penyidik KPK Sambut Baik Pembentukan Satgas Anti Penyelundupan