Dalam wawancaranya dengan Daily Mail, mantan Presiden AS Donald Trump mengungkapkan perkiraan durasi sebuah operasi militer hipotetis terhadap Iran. Menurutnya, serangan semacam itu, yang dilakukan bersama Israel, bakal rampung dalam waktu sekitar empat pekan. Trump tampaknya yakin, terlepas dari kekuatan negara itu.
"Ini selalu merupakan proses empat minggu. Kami memperkirakan akan berlangsung sekitar empat minggu," ujarnya kepada surat kabar Inggris itu, seperti dilansir AFP awal Maret lalu.
Dia bahkan menegaskan kembali poinnya. "Sekuat apa pun negara itu, ini adalah negara besar, akan memakan waktu empat minggu atau kurang," tambah Trump. Pernyataan ini muncul di tengah laporan mengenai serangan skala besar yang memang telah terjadi.
Menurut sejumlah saksi, operasi gabungan AS dan Israel itu sendiri diluncurkan pada akhir Februari. Sasaran mereka beragam, mulai dari fasilitas komando Garda Revolusi, lokasi peluncuran rudal dan drone, hingga lapangan terbang militer dan jaringan pertahanan udara Iran. Serangan itu diklaim telah melumpuhkan kemampuan pertahanan Tehran dan menewaskan pemimpin tertingginya, Ali Khamenei.
Artikel Terkait
Ahli Neurologi Peringatkan: Tidur 6 Jam Sehari Setara dengan 48 Jam Begadang
Analis UI Soroti Dua Skenario Suksesi Pasca Laporan Kematian Pemimpin Tertinggi Iran
Jadwal Salat dan Imsak untuk Denpasar, 2 Maret 2026
Israel Konfirmasi Serangan Rudal Iran, Ledakan Guncang Yerusalem