Dini hari yang gelap di Pantai Parangtritis, Sabtu (3/1) lalu, hampir saja berakhir tragis. Sekitar pukul 00.45, seorang pemuda tiba-tiba berlari kencang menuju laut. Bukan sembarang spot, ia justru menuju area rip current arus balik yang terkenal mematikan dan telah menyeret banyak korban.
Menurut Muhammad Arif Nugraha, Koordinator Satlinmas SAR setempat, pemuda itu tampak tidak dalam kondisi normal. Ia memberontak, sulit sekali dikendalikan oleh petugas yang berusaha menahannya. Dugaan sementara, alkohol menjadi penyebab ulahnya yang nekat itu.
“Orang tersebut dalam pengaruh minuman beralkohol, karena susah dikendalikan dan terus mencoba berontak dan terus lari ke arah rip current,” jelas Arif.
Untungnya, situasi kritis itu berhasil diatasi. Tim SAR yang sigap langsung bergerak, dibantu oleh beberapa kawan si pemuda sendiri. Mereka bahu-membahu mencegah niat buruknya, menariknya kembali dari bibir ombak yang berbahaya.
Setelah dievakuasi ke tempat yang aman, suasana pun perlahan mereda. Identitas dan asal-usul pemuda itu sendiri masih gelap, belum diketahui sama sekali. Yang jelas, ia akhirnya dibawa pulang oleh empat rekannya.
“Selang beberapa waktu, teman-temannya mampu membawa pulang orang tersebut dibawa menggunakan sepeda motor oleh temannya,” tambah Arif.
Begitulah insiden mencekam itu berakhir. Sekelompok pemuda kemudian menghilang dalam kegelapan, meninggalkan debur ombak yang nyaris menelan satu nyawa.
Artikel Terkait
AS Gempur Venezuela, Klaim Tangkap Maduro di Tengah Kecaman Internasional
Operasi Rahasia AS: Intelijen dan Replika Rumah Aman yang Gagalkan Pelarian Maduro
Gelombang Balik Liburan: 324 Ribu Kendaraan Serbu Jakarta
Klaim Penangkapan Maduro: Sejarah Intervensi AS yang Berulang?