Rabu (14/1/2026) lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pernyataan pers tahunannya. Dalam kesempatan itu, ia melukiskan gambaran suram tentang kondisi geopolitik dunia. Menurutnya, kita semua kini hidup dalam sebuah "ruang abu-abu" yang berbahaya.
Batasan antara perdamaian dan konflik, kata dia, sudah semakin bias. Bahkan, tata kelola global yang ada saat ini dinilai tak lagi cukup untuk menjaga stabilitas.
"Saat ini kita hidup di ruang abu-abu yang berbahaya, di mana batas antara perdamaian dan perang tidak tegas dan tanpa celah untuk salah membaca situasi,"
Demikian penegasan Menlu di hadapan publik.
Ia pun mengajak kita menengok ke belakang, ke sejarah runtuhnya Liga Bangsa-Bangsa sebelum Perang Dunia Kedua. Situasi saat ini, dalam pandangannya, punya kemiripan yang mengkhawatirkan. Dunia dipenuhi kompetisi tajam yang sedang membentuk ulang tatanan global.
“Memunculkan multiplex world order di mana beragam panggung kepentingan, aktor dominan, dan aturan main berjalan beriringan dan kerja sama yang kian transaksional,”
Artikel Terkait
KPK Tinjau Risiko Dua Proyek Strategis Pemerintah
Permata Bank dan JAL Gelar Pameran Perjalanan, Tiket ke Jepang Diskon hingga Rp14 Juta
Kemenag Salurkan Rp1,25 Miliar untuk Rehab Masjid dan Lembaga Agama Terdampak Bencana
Amran Minta Rp5,1 Triliun untuk Bangkitkan Pertanian Sumatera yang Terendam Banjir