“Kita tetap berupaya menjaga keaslian dan kealamian destinasi kita,” tegasnya.
“Yang paling utama adalah terus berusaha untuk meningkatkan pengembangan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.”
Baginya, kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat mutlak diperlukan. Tujuannya jelas: membangun SDM yang tangguh, baik dari kalangan kreatif, adat, maupun masyarakat umum. Langkah ini dianggap krusial untuk mengantisipasi efek samping pariwisata yang tak diinginkan mulai dari masalah sampah, narkoba, hingga prostitusi dan perdagangan orang.
Tak berhenti di situ, Pemkab juga mendorong inovasi lewat kerja sama lintas sektor. Swasta dan LSM diajak bersinergi untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.
“Kami ingin memastikan pengembangan pariwisata yang aman dan ramah bagi wisatawan,” pungkas Marolop.
“Sekaligus mengantisipasi pariwisata massal, karena kesiapan masyarakat yang belum sepenuhnya merata. Alhasil, fokus kami lebih pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan, bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan.”
Artikel Terkait
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Menkeu Purbaya Ungkap 40 Perusahaan Baja Diduga Gelapkan PPN, Siapkan Sidak
Tiang Monorel Senayan Bakal Dibongkar, Sebagian Disulap Jadi Videotron
Pemprov DKI Geruduk, Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Diruntuhkan