Di sisi lain, pembicaraan itu tidak hanya berisi kecaman dan belasungkawa. Shoigu, yang juga mantan menteri pertahanan itu, menegaskan kembali komitmen Moskow untuk mempererat kerja sama bilateral. Dasar utamanya adalah Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif yang diteken kedua negara awal tahun lalu, tepatnya 17 Januari 2025. Mereka sepakat untuk terus berkoordinasi menyikapi berbagai masalah keamanan bersama.
Perjanjian itu sendiri bukan sekadar dokumen biasa. Ia menandai babak baru dalam hubungan Moskow dan Teheran, terutama di bidang militer dan ekonomi. Dan kerja sama yang kian mesra ini tentu saja diawasi dengan ketat dan sering dikritik oleh negara-negara Barat.
Jadi, lewat telepon itu, pesan Rusia terkirim dua arah: solidaritas untuk Iran di tengah gejolak dalam negeri, dan sinyal kepada Barat untuk urung mencampuri.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta
Iran Serang Aset Militer AS di Teluk Arab, Klaim Balas Serangan AS-Israel
Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel, Ancam Lanjutkan Operasi Militer
Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025: Volume Naik 9,5%, Nilai Melonjak 29,2%