Emmanuel Macron tak tinggal diam. Menanggapi ancaman terbaru dari Donald Trump soal Greenland, Presiden Prancis itu langsung bersuara lantang. Lewat akun X-nya, ia dengan tegas menyebut ancaman tarif dari AS itu sama sekali tak bisa diterima.
"Ancaman tarif tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam konteks ini," tulisnya, dalam dua bahasa, Prancis dan Inggris.
Nada tulisannya jelas: geram. Macron menegaskan bahwa Eropa tidak akan diam saja. Menurutnya, jika ancaman itu benar-benar terjadi, respons dari benua biru akan datang secara serempak dan terkoordinasi.
"Eropa akan merespons secara bersatu dan terkoordinasi jika ancaman tersebut dikonfirmasi," ucap Macron.
Ia menambahkan, "Kami akan memastikan bahwa kedaulatan Eropa ditegakkan."
Soal ini, Macron mengaku sudah mulai menggalang komunikasi dengan para pemimpin negara-negara Eropa lainnya. "Dalam semangat inilah saya akan berinteraksi dengan mitra-mitra Eropa kami," imbuhnya. Tujuannya satu: menjaga solidaritas.
Lantas, apa sebenarnya yang diancamkan Trump? Mantan Presiden AS itu bilang, mulai Februari 2026 mendatang, sejumlah negara Eropa bakal kena tarif impor 10 persen. Tarif itu bahkan bisa melonjak hingga 25 persen pada 1 Juni nanti. Semua itu, katanya, akan berlangsung sampai proses akuisisi Greenland rampung. Sebuah tuntutan yang, bagi banyak pengamat, terdengar luar biasa.
Artikel Terkait
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Serupa Yesus, Kian Panaskan Ketegangan dengan Vatikan
Mentan Klaim Stok Beras 4,9 Juta Ton Siap Hadapi El Nino 2026
Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026