Kekhawatiran juga merambah ke Eropa. Banyak pejabat di sana yang was-was. Mereka menduga Trump mungkin akan nekat melancarkan operasi militer sebelum pemilu paruh waktu November 2026 nanti.
Di sisi lain, upaya diplomasi tetap berjalan. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dikabarkan akan bertemu dengan otoritas Denmark pekan ini. Agendanya jelas: membahas situasi terkini di Greenland.
Gagasan untuk memiliki Greenland memang sudah lama digaungkan Trump. Ia berulang kali bersikeras bahwa pulau es itu harus jadi bagian dari AS. Argumennya selalu sama: soal keamanan dan perlindungan bagi dunia bebas.
Secara historis, Greenland memang punya hubungan panjang dengan Denmark. Statusnya berubah dari koloni menjadi bagian integral kerajaan, sebelum akhirnya mendapatkan otonomi penuh pada 2009. Otonomi itu memberi mereka kendali penuh atas urusan dalam negeri, meski kebijakan luar negeri dan pertahanannya masih dipegang Copenhagen.
Sekarang, bola ada di tangan Kongres. RUU Fine ini bisa jadi hanya simbolis, atau justru menjadi pemicu ketegangan diplomatik baru. Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Gelombang Aduan Konsumen Online Tembus Rp18,1 Miliar di 2025
Surat Harapan Nusyifa untuk Prabowo di Tengah Peresmian Sekolah Rakyat
Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja Transportasi Mulai 2026
Shoigu Telepon Iran, Kutuk Keras Campur Tangan Barat