Ibu Kota Terendam: 28 Lingkungan dan 6 Ruas Jalan Masih Digenangi Banjir

- Selasa, 13 Januari 2026 | 08:15 WIB
Ibu Kota Terendam: 28 Lingkungan dan 6 Ruas Jalan Masih Digenangi Banjir

Jakarta masih berjuang melawan genangan air di sejumlah titik. Hingga Selasa pagi (13/1/2026) pukul enam, laporan terbaru dari BPBD DKI Jakarta menyebutkan puluhan lingkungan RT dan beberapa ruas jalan masih terendam banjir.

Kapusdatin BPBD DKI, M Yohan, mengonfirmasi data tersebut.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 28 RT dan 6 ruas jalan tergenang,"

Rinciannya, Jakarta Barat menyumbang 9 RT yang terendam. Lima di antaranya ada di Tegal Alur dengan air setinggi 30-35 cm, sementara empat RT lainnya berada di Kedoya Selatan dengan ketinggian sekitar 30 cm.

Namun begitu, wilayah Jakarta Utara lah yang paling parah terdampak. Di sini, tercatat 19 RT masih tergenang. Kondisinya beragam, mulai dari Cilincing dan Kalibaru yang masing-masing satu RT, hingga tiga RT di Semper Barat dengan genangan cukup dalam, 30-60 cm.

Di Tanjung Priok, satu RT masih terendam 25 cm. Sementara itu, Sukapura menghadapi banjir setinggi 50 cm. Lagoa relatif lebih ringan, dengan dua RT terdampak dan air setinggi 10-15 cm.

Yohan kemudian menyebut dua kelurahan lain yang cukup parah.

"Keluarga Kebon Bawang: 5 RT. Ketinggian: 50 sampai 60 cm. Lalu, Kelurahan Warakas: 5 RT. Ketinggian: 35 cm. Penyebab: Curah Hujan Tinggi,"

Di sisi lain, banjir ini juga memaksa banyak warga mengungsi. Mereka mencari perlindungan di berbagai tempat, mulai dari rusunawa, sekolah, hingga rumah ibadah. Data pengungsian yang dikumpulkan BPBD cukup lengkap.

Di Tegal Alur, Jakarta Barat, 30 KK (130 jiwa) mengungsi di rusun dan 8 KK (23 jiwa) di RPTRA Alur Anggrek. Sementara itu, pengungsian terbesar tercatat di Rusun Embrio, Semper Barat, yang menampung 207 KK atau 625 jiwa.

Titik pengungsian lain tersebar di Jakarta Utara: SMPN 266 Cilincing (86 KK/230 jiwa), Gedung Pelayanan Masyarakat di Kalibaru (50 KK/68 jiwa), sebuah bengkel mobil di Sukapura (25 KK/91 jiwa), serta beberapa masjid dan mushola di Lagoa, Kebon Bawang, dan Warakas yang menampung puluhan keluarga.

Selain permukiman, lalu lintas juga terganggu. Pagi tadi, enam ruas jalan masih terpantau tergenang. Genangan itu tersebar di beberapa lokasi strategis.

Di Utara, jalan seperti Swasembada Raya di Kebon Bawang (10 cm), Kampung Bahari di Tanjung Priok (30 cm), hingga depan Stasiun Ancol di Jalan RE Martadinata (30 cm) terendam. Jalan Gunung Sahari depan Lantamal dan Jalan Muara Baru di Pluit juga tergenang masing-masing 15 cm dan 10 cm. Lalu, di Semper Barat, Jalan Syech Nawawi Al Bantani depan PT Justus terendam cukup dalam, 40 cm.

Pemandangan ini jelas mengganggu aktivitas warga ibu kota di pagi hari. Genangan yang tersisa itu menjadi pengingat betapa rentannya kota ini ketika hujan tinggi datang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar