katanya.
Menurut sejumlah analisis, stabilitas ini juga tak lepas dari peran besar industri pembiayaan. Faktanya, sekitar 65% transaksi pembelian motor baru masih mengandalkan kredit. Skema ini jelas menjadi penopang utama agar permintaan tetap bergerak.
Sigit menambahkan konteks yang lebih personal. “Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli, terutama di masyarakat ekonomi menengah. Mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif. Hal ini yang membuat pasar tetap tumbuh meski tidak signifikan,”
terangnya.
Jadi, meski pertumbuhannya tak meledak, pasar motor nasional menunjukkan ketahanannya. Motor bukan sekadar gaya hidup, tapi sudah jadi bagian dari nafas ekonomi banyak orang. Untuk tahun 2026, optimisme masih ada. Industri berharap tren positif ini bisa terus berlanjut.
Artikel Terkait
Zahra Muzdalifah Bocorkan Resep Pelatih Ideal untuk Garuda Pertiwi
Gelombang Aduan Konsumen Online Tembus Rp18,1 Miliar di 2025
Surat Harapan Nusyifa untuk Prabowo di Tengah Peresmian Sekolah Rakyat
Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja Transportasi Mulai 2026