Rapat yang digelar Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Minggu lalu, akhirnya punya lampiran resmi. Sekretariat Kabinet yang merilisnya. Dari sekian banyak pembahasan, satu hal yang mencuri perhatian adalah soal rencana investasi dan pengembangan teknologi semikonduktor.
Niatnya jelas: penguatan sektor otomotif dan elektronik. Tapi lebih dari itu, pemerintah sepertinya sedang serius membidik terbentuknya industri chip dalam negeri. Chip-cip itu nantinya diharapkan bisa dipakai untuk berbagai produk, mulai dari mobil, perangkat digital, sampai elektronik rumah tangga.
Sebenarnya, kabar soal ketertarikan AS ini bukan hal yang benar-benar baru. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sudah pernah menyinggungnya.
Waktu itu, pernyataannya muncul berbarengan dengan kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika, yang sempat ramai dibicarakan.
Ucap Airlangga dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Selatan, Agustus 2025 silam, membahas RAPBN dan Nota Keuangan.
Artikel Terkait
Wamen Investasi: Perizinan Berbelit Sebabkan Indonesia Kehilangan Potensi Investasi Rp1.500 Triliun
Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Capai USD 17,5 Miliar
Imsak Jakarta Jumat 27 Februari 2025 Pukul 04.33 WIB
Gubernur DKI Targetkan Program LPDP Jakarta Dimulai 2027, Sempat Terhambat Pemotongan DBH