Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari Setelah Pertempuran Sengit

- Jumat, 17 April 2026 | 01:50 WIB
Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari Setelah Pertempuran Sengit

WASHINGTON Setelah pekan-pekan pertempuran sengit, Israel dan Lebanon akhirnya sepakat untuk menghentikan tembak-menembak. Gencatan senjata ini direncanakan berlangsung selama sepuluh hari, memberi ruang napas bagi warga sipil yang terjebak di tengah konflik. Peristiwa ini menjadi titik terang setelah konflik terbaru dengan kelompok Hizbullah Lebanon pecah awal Maret lalu, yang tak lepas dari perang lebih luas melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Pengumuman resmi datang dari Presiden AS Donald Trump. Melalui akun Truth Social-nya pada Kamis (16/4/2026), Trump menyatakan kesepakatan itu telah tercapai. Ini adalah jeda yang sangat dinantikan, mengingat konflik tersebut dikabarkan telah merenggut nyawa lebih dari dua ribu orang.

"Kedua pihak ingin menyaksikan perdamaian, dan saya yakin itu akan terjadi dengan cepat,"

tulis Trump dalam postingannya.

Menurut jadwal yang dirilis, gencatan senjata mulai berlaku Kamis lalu pukul 17.00 waktu AS bagian Timur. Atau, jika merujuk zona waktu Indonesia, tepatnya Jumat dini hari pukul 06.00 WIB.

Trump mengaku telah melakukan pembicaraan yang ia sebut "sangat baik" dengan para pemimpin dari kedua negara. Untuk memastikan gencatan ini bisa berlanjut ke perdamaian permanen, ia pun mengerahkan timnya. Wakil Presiden JD Vance, Menlu Marco Rubio, dan Jenderal Dan Caine dari Kepala Staf Gabungan diperintahkan untuk bekerja sama intens dengan Israel dan Lebanon.

Di sisi lain, jalan menuju kesepakatan ini ternyata berliku. Konflik meluas ke Lebanon pada 2 Maret setelah Hizbullah meluncurkan rudal ke Israel sebuah bentuk dukungan kepada Iran. Serangan itu langsung dibalas Israel dengan ofensif militer ke wilayah Lebanon.

Sebelumnya, Presiden Lebanon Joseph Aoun sudah mendesak Trump untuk turun tangan. Dalam panggilan telepon pertama mereka, Aoun meyakinkan Trump bahwa menghentikan serangan Israel ke Lebanon adalah kunci penting untuk mengakhiri seluruh rangkaian perang dengan Iran. Desakan itu rupanya membuahkan hasil.

Namun begitu, ada sedikit kebingungan soal posisi Iran. Kabarnya, Iran sempat memasukkan Lebanon dalam pakta gencatan senjata dengan AS yang diumumkan Trump pada 7 April. Tapi klaim itu kemudian dibantah sendiri oleh pihak AS dan Israel. Situasinya jadi agak keruh, tapi yang jelas sekarang ada jeda. Sepuluh hari kedamaian, sebelum negosiasi yang sesungguhnya dimulai.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar