YULE Naikkan Dividen ke Rp10 per Saham, Didukung Kinerja Keuangan 2025 yang Kuat

- Rabu, 15 April 2026 | 21:30 WIB
YULE Naikkan Dividen ke Rp10 per Saham, Didukung Kinerja Keuangan 2025 yang Kuat

Kabar baik datang dari PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk. Perusahaan sekuritas ini membuka peluang untuk membagikan dividen yang lebih besar kepada para pemegang sahamnya di tahun-tahun depan. Hal ini tentu saja seiring dengan kinerja perusahaan yang terlihat semakin membaik.

Agustinus Sumandar, selaku Direktur PPE & PEE YULE, mengonfirmasi hal tersebut. Untuk tahun buku 2025, perseroan telah membagikan dividen sebesar Rp10 per saham.

“Dengan kinerja yang berkelanjutan, Perseroan akan memberikan imbal hasil atau dividen yang lebih baik dan progresif dari tahun ke tahun,”

Ujarnya dalam public expose, Rabu (15/4/2026). Angka Rp10 per saham itu naik dibanding tahun sebelumnya yang cuma Rp8. Menurut Agustinus, ini adalah bentuk komitmen manajemen untuk memberikan imbal hasil yang lebih baik, meski dilakukan secara bertahap.

Lalu, apa yang mendasari optimisme ini? Ternyata, kinerja keuangan YULE di 2025 memang cukup menggembirakan. Laba bersihnya melonjak signifikan, bahkan tembus di atas Rp132 miliar. Strategi perusahaan yang jeli memanfaatkan momen ramainya pasar modal, seperti gelombang IPO dan rights issue, jadi salah satu pendorong utamanya.

Padahal, awal tahunnya mereka sempat membawa proyeksi yang konservatif, mengingat kondisi geopolitik global yang masih tak menentu. Namun begitu, peluang di pasar rupanya tak bisa diabaikan. Mereka pun aktif memberikan rekomendasi transaksi kepada nasabah, yang pada akhirnya berkontribusi besar terhadap lonjakan laba itu.

Dari sisi pendapatan, kontribusi dari kegiatan operasional sendiri masih tercatat sekitar 8,4 persen. Memang belum dominan, tapi mereka punya target untuk meningkatkannya perlahan-lahan.

Yang juga patut disorot adalah perbaikan profitabilitas. Margin laba bersih YULE mencapai angka yang cukup fantastis, 79,48 persen! Peningkatan aktivitas online trading dan transaksi portofolio efek disebut-sebut sebagai penyokongnya. Di sisi lain, rasio keuangan lain seperti Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) juga terlihat sehat, masing-masing di 16,99 persen dan 18,90 persen.

Agustinus menegaskan bahwa perusahaan tak akan berpuas diri.

"Perseroan akan terus menjaga dan meningkatkan kinerja tersebut guna memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan, sekaligus membuka ruang bagi peningkatan dividen di masa mendatang,"

katanya menutup penjelasan. Jadi, bagi investor, ini bisa jadi sinyal yang cukup menarik untuk diperhatikan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar