"Saya bertekad untuk membersihkan Pertamina. Saya angkat Saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda, dan saya beri tugas jangan korupsi," tegasnya.
Pesan itu diperkuat dengan peringatan keras. "Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis. Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan 100 miliar dolar.”
Memang, godaan mengelola perusahaan sebesar Pertamina bukan main. Prabowo mengakui hal itu. Namun begitu, dia memberikan kewenangan penuh kepada Simon dan timnya untuk bertindak tegas. Bahkan, jika harus memecat orang yang dianggap tak bekerja maksimal.
"Godaan akan banyak, tapi Saudara harus teguh dengan semua jajarannya. Dan saya kasih wewenang seluas-luasnya. Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat harus tega. Enggak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat," tutur Prabowo.
Pidato itu jelas sebuah terobosan. Bukan sekadar seremonial peresmian, melainkan pernyataan perang terhadap praktik yang selama ini menggerogoti. Hanya waktu yang bisa membuktikan hasilnya.
Artikel Terkait
Tol Sedyatmo Tergenang, Sembilan Pompa Dikerahkan untuk Atasi Banjir Menuju Bandara Soetta
Lentera Perempuan Menyala di Tengah Keramaian Stasiun MRT
Kayu Hanyutan Disulap Jadi Huntara untuk Korban Banjir Aceh dan Sumut
Tiket Piala Asia Futsal 2026 Dilepas, Mulai Rp75 Ribu